Ekonomi

ANALISA KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN TOKO BAN OXA

10
×

ANALISA KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN TOKO BAN OXA

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Toko Ban Oxa)

PADANG- Toko Ban Mobil Oxa sudah berdiri sejak sembilan tahun lalu yang berada di Jalan Lintas Sumatera, Dusun Bangko, Kec. Bangko, Kab. Merangin, tepatnya di dekat Tugu Pedang. Usaha ini awalnya dikelola oleh Pak Riad sendiri, sebelum akhirnya dibantu dua orang karyawan. Toko ini menjadi tempat andalan masyarakat sekitar untuk mencari kebutuhan ban mobil, baik ban bekas, ban dalam, velg baru maupun bekas, hingga perlengkapan kecil seperti pentil dan karet tubeless.

sumber photo: Oxa (kakak penulis)

Menurut penuturan Pak Riad, alasan ia memilih menjual ban bekas karena dulu di Bangko sudah banyak bengkel, tetapi belum ada yang menjual ban seken dengan pilihan yang lengkap. Dari situ ia melihat peluang, lalu memulai usaha dengan stok seadanya: beberapa ban bekas, ban dalam, pentil, dan karet tubeless. Perlahan tapi pasti, usahanya mulai berkembang.

Sekarang, Toko Ban Oxa tidak hanya menjual ban, tetapi juga menyediakan velg baru dan bekas, baut, cop, alat pembuka baut, hingga membuka bengkel sendiri. Hal ini tentu memudahkan pelanggan karena mereka bisa membeli sekaligus memperbaiki ban di satu tempat.

Perjalanan usaha ini tidak selalu mulus. Pada saat pandemi Covid-19, penjualan sempat mengalami penurunan yang cukup drastis. Mobilitas masyarakat menurun, sehingga kebutuhan akan perlengkapan mobil juga ikut berkurang. Namun, Toko Ban Oxa tetap bisa bertahan karena dukungan pelanggan lama yang sudah percaya pada kualitas toko ini walaupun tidak seramai biasanya.

“Alhamdulillah meskipun pandemi, ada saja pelanggan yang datang. Pelanggan pada bilang di sini lebih enak, cepat, dan barangnya bisa dipercaya,” kata Pak Riad ketika ditemui di tokonya.

Pelayanan merupakan salah satu alasan utama mengapa toko ini tetap bertahan. Pak Riad selalu menekankan kepada karyawannya agar memprioritaskan dan selalu ramah kepada pelanggan. Karyawan pun terbiasa menyapa, menawarkan bantuan, dan memberi saran yang jujur. Jika kondisi ban masih bisa digunakan, mereka tidak memaksa pelanggan untuk langsung membeli yang baru. Karena kejujuran ini, membuat pelanggan merasa nyaman membeli disini.

Baca Juga  Bangkit Pariwisata, Menhub Ajak Pelaku Travel Terus Bergerak

Pak Andi, seorang sopir travel yang sudah tiga tahun menjadi pelanggan tetap di bengkel ini berkata “Karena saya sopir travel, saya mementingkan kualitas ban agar aman selama di perjalanan, Makanya di toko ini saya merasa tenang, karena mereka jujur. Harga jelas, kalau ban bekas bilang apa adanya, tidak ditutup -tutupi. Itu yang bikin saya percaya,”. (Ket photo: Toko Ban Oxa selalu ramai, sumber photo: Oxa (kakak penulis)

Selain ramah, kecepatan pelayanan juga menjadi nilai tambah bengkel ini. Meski hanya memiliki dua karyawan, pembagian tugasnya di toko ini cukup jelas. Satu orang fokus pada bongkar pasang ban atau velg, sementara yang lain membantu melayani pelanggan untuk mencari ban dan barang yang dicari. Dengan cara ini, pekerjaan bisa lebih cepat selesai, dan pelanggan tidak perlu menunggu dengan lama. Menurut Pak Riad, hal sederhana seperti ini lah yang sangat penting untuk menjaga kepuasan pelanggan.

Dari sisi harga, Toko Ban Oxa tergolong kompetitif. Harga ban seken yang dijual berkisar antara Rp. 150.000 sampai Rp. 600.000. Harga tersebut dianggap wajar dan sepadan dengan kualitas barang yang ditawarkan. Terlebih lagi, setiap ban bekas dijelaskan kondisinya secara terbuka oleh mereka. Jika kualitas produknya masih 80 persen, pelanggan diberi tahu apa adanya. Ini menjadi salah satu kunci kepercayaan pelanggan.

Meski begitu, usaha ini tidak lepas dari tantangan. Kini mulai bermunculan toko ban lain dengan konsep bengkel modern yang lebih besar. Dan juga, perubahan pola belanja masyarakat juga memengaruhi, karena sebagian orang kini lebih suka mencari produk lewat toko online.

Untuk menghadapi hal tersebut, Pak Riad mulai mencoba promosi sederhana melalui media sosial. “Sekarang zaman kan sudah beda, jadi banyak orang yang bertanya harga lewat WhatsApp atau lihat-lihat di Facebook. Jadi saya juga mulai memakai media sosial juga untuk promosi barang dan agar pelanggan lebih mudah tahu stok barangnya,” jelasnya.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Siapkan Pergub Tata Niaga Gambir

(Ket photo: Karyawan Toko Ban Oxa Sedang Bekerja, sumber photo: Oxa (kakak penulis)

Bagi masyarakat sekitar, Toko Ban Oxa bukan hanya sekadar toko ban. Tempat ini juga sering jadi tempat singgah dan tempat berinteraksi. Banyak pelanggan yang sudah kenal dekat dengan Pak Riad maupun karyawannya. Suasana kekeluargaan inilah yang membuat toko terasa lebih hangat dibanding toko lain. Tidak jarang, pelanggan datang sambil ngobrol santai sambil menunggu perbaikan ban selesai, ditambah mereka di service dengan cemilan dan minuman.

Jika diperhatikan, ada tiga hal utama yang membuat Toko Ban Oxa bisa bertahan sampai sekarang, yaitu dengan harga yang terjangkau, produknya yang cukup lengkap, dan pelayanannya yang ramah dan cepat. Ketiganya menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan, yang mana hal ini menjadi bukti bahwa usaha kecil tidak selalu membutuhkan modal besar untuk berkembang. Tapi justru pelayanan yang baik dan hubungan dekat dengan pelanggan sering kali menjadi kunci keberhasilan.

Ke depannya pun, tantangan tentu masih ada. Persaingan usaha semakin ketat, dan kebiasaan konsumen pun berubah mengikuti perkembangan zaman. Namun, dengan menjaga prinsip jujur, ramah, dan cepat dalam melayani, Toko Ban Oxa punya peluang besar untuk terus berkembang. Harapan Pak Riad, tokonya tetap bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan ban mobil dengan harga terjangkau dan layanan yang memuaskan.

“Yang penting buat saya itu, pelanggan puas. Nah kalau mereka senang, pasti balik lagi. Rezeki itu pasti ada kalau kita jalani usaha dengan niat baik,” ucap Pak Riad menutup pembicaraan.

Ditulis oleh : Yuri Vayessa Lazera. 21 September 202