Ditulis oleh : Gina Ravdatul Jannah. PADANG- Martabak Bandung Beng berlokasi di Jl. Raya Bukit Gombak, Sauaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di depan SDN 04 Saruaso. Pemilik usaha ini adalah seorang pria bernama Uda Beng, yang telah berjualan martabak sejak tahun 2020. Uda Beng berjualan martabak Bandung sendiri kadang juga di bantu oleh karyawan, tetapi ia sering turun sendiri melayani pembelinya, usaha martabak tersebut tetap bertahan hingga saat ini dan sangat disukai oleh banyak orang.
Alasan Uda Beng berjualan Martabak Bandung selain untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan Martabak Bandung Uda Beng dapat menyalurkan bakatnya dalam bidang memasak dan berniaga.
Setiap sore, lapak bertuliskan “Martabak Bandung Beng”mulai didatangi oleh banyak pembeli.
Lokasi lapak Martabak Bandung Beng berada tepatnya di pinggir jalan utama di Nagari Saruaso, membuat tempatnya mudah di jangkau oleh masyarakat sekitar ataupun para pendatang. Aroma harum tercium dari adonan yang baru matang diatas Loyang besar, membuat orang yang melewati lapak Martabak Bandung terhipnotis . (Ket photo: Uda Beng persiapkan martabak pelanggan, Sumber photo: Rafki (adik penulis)
Menurut pengakuan pemiliknya, usaha Martabak Bandung ini resep yang digunakan merupakan hasil dari eksperimen panjang, di mana ia mencoba berbagai resep yang ia kembangkan sendiri hingga jadilah martabak yang ia jual sekarang dan banyak diminati banyak pelanggan.
Uda Beng melayani langsung pelanggannya ia turun langsung membuatkan martabak untuk para pelanggannya, namun kadang ia juga dibantu kariyawannya “saya langsung sendiri yang melayani dan memasakkan martabak untuk pelanggan saya, namun kadang saya juga di bantu oleh karyawan”, ucap uda Beng.
Selain karena rasa martabak yang enak dan gurih para pelanggan tetapi juga dari segi harganya, harga martabak yang sangat terjangkau untuk semua kalangan membuat martabak ini menjadi sangat banyak diminati oleh anak sekolah dan orang dewasa.
Dengan kisaran harga mulai dari Rp12.000 hingga Rp30.000, berbagai kalangan masyarakat bisa menikmati martabak tersebut tanpa merasa keberatan dengan harga. Salah seorang pembeli setia, Rafki mengatakan bahwa martabak buatan Uda Beng selalu menjadi pilihan keluarganya setiap akhir pekan.
“Setiap malam Minggu saya belalu membeli Martabak Bandung Beng,karena saya dan keluarga sagat suka martabak, selain karna tekstur martabaknya yang empuk rasanya yang gurih dan enak harganya juga sangat terjangkau.” ucapnya“ selain karena itu juga pelayananya yang ramah membuat saya ketagihan membeli martabak ini,setiap ada saudara saya yang jauh berkunjung kerumah saya selalu mengajak untuk membeli martabak ini dan mereka semua menyukainya.” (Ket photo: Martabak Uda Beng, Sumber photo: Penulis)
Fleksibilitas waktu dan pelayanan ramah menjadi nilai tambah.
Uda Beng selalu berusaha melayani pembeli dengan sabar, bahkan ketika antrean panjang. Ia kerap meminta maaf kepada pelanggannya karena keterbatasan ketenagakerjaan dan selalu memberi toping yang melimpah. Sikap ini membuat hubungan antara penjual dan pembeli semakin erat, sehingga banyak pelanggan yang akhirnya merasa bukan sekadar bertransaksi, tetapi juga bersilaturahmi.
Namun, perjalanan usaha ini tentu tidak selalu mulus.Masa ia mulai berjualan di tahun 2020 adalah masa pandemi COVID-19 sempat menjadi tantangan berat. Ketika banyak pedagang lain gulung tikar karena sepi pembeli, Uda Beng justru bertahan dengan cara kreatif.
Ia mulai memanfaatkan media sosial melalu chat Whatsapp untuk menerima pesanan. Martabak dipesan melalui ponsel, lalu diantarkan langsung ke rumah pelanggan. Strategi ini terbukti ampuh, karena selain membantu menjaga omset, juga membuat martabak Beng dikenal oleh lebih banyak orang di luar lingkungannya. Strategi ini tidak hanya berlaku ketika masa pandemi saja namun sampai sekarang pemesanan online Martabak Bandung Beng masih berjalan. Sehingga membuat siapa saja bias menikmati martabak meski sedang berhalangan atau mager untuk keluar rumah.
“Waktu itu memang susah sekali. Orang jarang keluar rumah, jadi saya putar otak dan mendapatkan ide untuk mempromosikan lewat Whastsapp. Dari situ, banyak yang pesan online. Bahkan sekarang, meskipun pandemi sudah lewat, sistem pesan antar tetap jalan karena orang sudah terbiasa,” jelas Uda Beng.
Saat ini Uda Beng memiliki keinginan untuk memperluas usahanya. Ia berharap suatu saat dapat membuka cabang baru di lokasi yang lebih strategis dan mempekerjakan karyawan tetap agar produksinya lebih cepat. Jikalau belum ia berharap lapak yang sekarang terus didatangi ramai pelanggan.
Dari kisah Uda Beng menjadi contoh nyata bahwa usaha kecil yang berawal dari ingin mengembangkan bakat memasak dan berniaga. Dengan kerja keras diiringi dengan doa dan dukungan besar dari keluarga, menjaga kualitas martabak , serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman, usaha sederhana pun bisa bertahan bahkan berkembang.
Setiap malam, aroma manis martabak Bandung buatan Uda Beng terus menghipnotis siapa saja yang melewati jalan didepan lapak “Martabak Bandung Beng”. Sinar lampu dari gerobaknya seakan menjadi penanda dari ketekunan dan optimisme adalah kunci untuk mempertahankan usaha di tengah tantangan zaman.
21 September 2025
Limau Manis,Pauh, Kota Padang , Sumbar





