Peristiwa

LKAAM, Polisi dan Pemprov Sumbar Sinergi Kearifan Lokal

2
×

LKAAM, Polisi dan Pemprov Sumbar Sinergi Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

(Ket photo: LKAAM, Polisi dan Pemprov Sumbar Sinergi Kearifan Lokal)

IWOSUMBAR.COM, Padang – Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjalin sinergi untuk meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat melalui program berbasis kearifan lokal dan keamanan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Ranah Minang sekaligus memperkuat nilai-nilai adat dalam pembangunan daerah.

Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Dt. Nan Sati, menegaskan pentingnya menjadikan sinergi tersebut sebagai program permanen.

“Alhamdulillah, kerja sama ini telah terwujud berkat dukungan DPRD, pemerintah daerah, dan Polri. Kami ingin kolaborasi ini diabadikan serta dibimbing dengan baik. Ke depan, mahasiswa juga perlu dilibatkan dalam dialog konstruktif,” ujarnya saat rapat bersama di Gedung DPRD Sumbar, Senin (22/9/2025).

Baca Juga  HUT ke-74 Polairud, Siap Mengamankan Sumber Daya Kelautan

Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang muncul dalam forum tersebut.
“Targetnya adalah memastikan semua pemikiran dan tuntutan masyarakat dapat diwujudkan secara serius,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengapresiasi dukungan LKAAM dan DPRD terhadap kinerja Polri.
“Dukungan moril ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik. Sinergi ini menciptakan hubungan harmonis antara pemerintah, DPRD, Polri, dan LKAAM, yang sangat efektif untuk menjaga keamanan dan kondusivitas di Sumatera Barat,” ungkapnya.

Baca Juga  Polri Akan Tindak Penyeludup Pakaian Impor Bekas

Ia juga mengusulkan adanya dialog rutin bersama mahasiswa untuk mencegah potensi aksi anarkis.

“Kami ingin membuka forum bulanan dengan mahasiswa dari berbagai kampus, seperti UIN dan UNP, agar aspirasi bisa disampaikan melalui diskusi, bukan di jalanan. Dengan begitu, generasi muda dapat berdialog secara konstruktif,” tambahnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain, menunjukkan bahwa kerja sama erat antara Polri, LKAAM, pemerintah, dan DPRD mampu menjaga keamanan sekaligus memperkuat nilai-nilai adat serta kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat.