IWOSUMBAR.COM, PADANG — Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmennya untuk mendorong Padang menjadi kota pintar (smart city) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, kota modern wajib menghadirkan layanan publik berbasis digital agar mampu menjawab kebutuhan warganya.
“Kota pada hari ini wajib mengimplementasikan smart city dalam membangun kotanya,” ujar Fadly saat menjadi keynote speaker dalam Temu Ilmiah Nasional Ikatan Psikologi Sosial XIV di UNP Hotel & Convention, Kamis (28/8).
Fadly mengtakan, konsep smart city bukan sekadar jargon, melainkan tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan kotanya mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Kita tidak akan mampu menjadi kota pintar apabila tidak strike. Kota harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tegasnya.
Ia menilai, percepatan teknologi saat ini membuka peluang besar bagi Padang untuk berkembang. Terlebih, generasi muda sudah terbiasa dengan berbagai aplikasi digital, mulai dari game online, smart board, hingga Google Classroom.
“Bagi saya, ketika anak -anak disuguhi teknologi, jangan ditarik mundur. Justru harus diarahkan ke hal yang positif,” ucapnya.
Fadly juga mengungkapkan bahwa dengan jumlah penduduk yang hampir menyentuh satu juta jiwa, Padang akan bertransformasi menjadi kota metropolitan. Kondisi ini, katanya, menuntut adanya aplikasi besar yang bisa menampung berbagai kebutuhan masyarakat.
“Kita sudah punya aplikasi ‘Padang Mobile’, aplikasi besar yang memuat layanan transportasi, kanal pengaduan masyarakat, hingga kebutuhan dasar lainnya,” jelasnya.
Aplikasi tersebut resmi diluncurkan pada 10 Agustus lalu, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Padang ke-356. Kehadirannya diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Padang sebagai kota pintar.





