IWOSUMBAR.COM, PADANG -Setelah sukses meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada perayaan Hari Bhayangkara ke-79 lewat kegiatan “Marandang 1.000 Kg”, Kepolisian Sumatera Barat (Polda) kembali mencatat prestasi baru.
Polda Sumbar secara resmi kembali masuk dalam buku MURI dengan pencapaian sajian kuliner lobster saus Padang terbanyak di Indonesia bahkan dunia.
Acara yang digelar di Pantai Mapadegat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (12/8/2025) itu menghadirkan 1.221 ekor lobster dengan total berat 300 kilogram.
Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta menyampaikan, kegiatan bertajuk “Sajian Lobster Terbanyak oleh Polda Sumbar, Rancak Bana Mentawai, Seribu Rasa Seribu Cerita” ini merupakan wujud kecintaan Polri terhadap masyarakat Sumbar, sekaligus kontribusi nyata dalam memajukan daerah.
“Ini murni dari Polda Sumbar, bagaimana Polri hadir untuk masyarakat, memberikan kontribusi, dan sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo–Gibran,” ujar Gatot.
Ia menambahkan, momentum ini menjadi ajang promosi Kepulauan Mentawai agar semakin dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, sekaligus menggali potensi sumber daya alam, khususnya sektor perikanan.
Terpisah, Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy, mengapresiasi kegiatan, ini bukan sekadar memasak melainkan wadah promosi Mentawai di tingkat nasional.
“Lobster yang dimasak berasal dari perairan Mentawai yang kaya hasil laut. Setelah dimasak, semuanya dibagikan kepada masyarakat,” katanya.
Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, mengungkapkan bahwa rekor ini juga diakui sebagai rekor dunia. Meski ada daerah lain yang pernah menyajikan lobster dalam jumlah lebih banyak, belum ada yang mengolahnya dengan saus Padang. “Kami verifikasi 1.221 ekor lobster dengan bumbu Padang, ini rekor dunia,” ujarnya.
Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi Polda Sumbar, Pemkab Mentawai, Dinas Perikanan, dan nelayan lokal yang selama hampir sebulan mengumpulkan lobster. Kehadiran YouTuber Bobon Santoso pada acara ini juga dinilai menambah daya tarik.
“Iven kuliner seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan Mentawai kepada wisatawan mancanegara,” ujar Rinto.






