Nasional

Tim Polres 50 Kota Bantu Padamkan Karhutla di Bukit Harau

3
×

Tim Polres 50 Kota Bantu Padamkan Karhutla di Bukit Harau

Sebarkan artikel ini
Oplus_0
(Ket photo: Tim Polres 50 Kota Bantu Padamkan Karhutla di Bukit Harau)

IWOSUMBAR.COM, LIMA PULUH KOTA – Kebakaran hutan yang melanda kawasan Bukit Harau, tepatnya di Jorong Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa (22/7/2025) pagi, mendapat bantuan cepat dari jajaran Polres 50 Kota bersama sejumlah instansi terkait.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu memicu kekhawatiran karena api dengan cepat meluas ke berbagai titik. Menyadari kondisi yang semakin memburuk, Polres 50 Kota segera menjalin koordinasi dengan tim pemadam gabungan yang terdiri dari Damkar, BPBD, PMI, dan warga setempat.

Untuk memperkuat upaya pemadaman, bantuan tambahan diterjunkan dari Batalyon B Brimob Polda Sumbar di Padang Panjang sebanyak 65 personel, serta 16 personel dari Samapta Polda Sumbar. Seluruh kekuatan dikerahkan agar api tidak merambat ke pemukiman penduduk dan area wisata populer di Lembah Harau.

Baca Juga  Pemko Pariaman & Gebu Minang Gelar Lomba Lagu Elly Kasim

Kabag Ops Polres 50 Kota, Kompol Malkani, S.H., M.H., memimpin langsung koordinasi di lapangan. Hingga sore hari, seluruh personel gabungan terus berjibaku memadamkan api dengan pendekatan strategis di lokasi-lokasi rawan.

Kapolres 50 Kota, AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., menegaskan komitmen Polres dan seluruh stakeholder untuk terus siaga sampai titik api benar-benar dinyatakan padam.

“Kami telah mengerahkan seluruh potensi untuk menanggulangi kebakaran ini. Prioritas utama kami adalah melindungi pemukiman dan kawasan wisata dari ancaman api. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan atau lahan dalam bentuk apa pun, karena dampaknya sangat membahayakan lingkungan, kesehatan, dan perekonomian,” tegas Kapolres.

Baca Juga  Mayjen TNI Rio Firdianto Resmi Jabat Pangdam I/Bukit Barisan

Sampai saat ini, Brimob dan Samapta Polda Sumbar masih bersiaga di lokasi sebagai antisipasi terhadap potensi kebakaran lanjutan.