IWOSUMBAR.COM, BUKITTINGGI – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Jumat, 18 Juli 2025, sekitar pukul 18.51 WIB. Letusan ini memuntahkan kolom abu setinggi ±1.000 meter di atas puncak atau sekitar 3.891 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, kolom abu berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut. Aktivitas erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23,8 mm dan durasi sementara sekitar 45 detik. Hingga laporan ini dibuat, erupsi dilaporkan masih berlangsung.
Saat ini, Gunung Marapi berada pada status Level II (Waspada). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi sebagai langkah antisipasi, antara lain: Warga, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki kawasan rawan dalam radius 3 km dari puncak.
Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari puncak Marapi diminta waspada terhadap potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan. Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.
Diharapkan tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks) dan tetap menjaga ketenangan serta mengikuti arahan resmi pemerintah.
Pemerintah daerah seperti Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Agam diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan G. Marapi.
Informasi resmi terkait aktivitas gunung dapat dipantau melalui situs web Badan Geologi.
Masyarakat di sekitar wilayah terdampak diharapkan tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari otoritas yang berwenang demi keselamatan bersama.





