Peristiwa

11 Korban Kapal Terbalik di Selat Sipora Masih Dicari

1
×

11 Korban Kapal Terbalik di Selat Sipora Masih Dicari

Sebarkan artikel ini
Oplus_0
(Ket photo: 11 Korban Kapal Terbalik di Selat Sipora Masih Dicari)

IWOSUMBAR.COM, PADANG -Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai masih melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pada hari kedua terkait kecelakaan kapal yang terjadi di perairan Selat Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (14/7).

Sebelumnya kejadian tersebut, sebuah boat penyeberangan berukuran 12 meter dengan mesin 40 PK dilaporkan terbalik saat berlayar. Hingga Selasa pagi, tercatat sebanyak 18 orang berada di dalam kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Rudi mengatakan bahwa tidak ada korban meninggal dunia yang ditemukan hingga saat ini.

“Dari jumlah tersebut, tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara 11 orang lainnya masih dalam pencarian”, ujarnya. (15/7)

Baca Juga  UNP Raih Sertifikat Pemeriksa Halal dari BPJPH Kemenag-RI

Saat ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat telah melakukan penyisiran intensif di area kejadian.

Adapun tujuh korban selamat yang telah teridentifikasi adalah:
Peterson – Operator Boat 1. Operator Boat 2. Marlon Saragi. Nensyah Niningtias. Emilia Contesa. Marhan Saleleubaja dan Gunawan Toroi

Sementara 11 korban lainnya yang masih dalam pencarian, antara lain: Guntur Saleleubaja. Simbeksin, Kevin, Viktor. Wike, Sudarmono, Adolf Sakerebau, Isar, Tesa dan Roroi. Sedangkan 1 orang lagi masih belum diketahui identitasnya.

Hari ini, mulai pukul 05.30 WIB, seluruh unsur SAR melaksanakan briefing di Pelabuhan Sikakap untuk menyusun taktik pencarian hari kedua. Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB, KN SAR Ramawijaya 240 dan RIB 02 Mentawai diberangkatkan menuju lokasi kejadian guna melanjutkan operasi pencarian sesuai rencana.

Baca Juga  Hanura Agam, Harus menjadi Harimau di Agam

“Kami telah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat proses pencarian. Tim SAR gabungan bekerja sejak pagi hari dan akan terus melakukan penyisiran secara menyeluruh. Kami juga berkoordinasi dengan nelayan dan masyarakat setempat yang turut membantu memberikan informasi penting,” ujarnya

Basarnas menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.