Peristiwa

Toilet Bersih Rasa Hotel di Pantai Padang, Kalau Libur, Ramai Sekali

10
×

Toilet Bersih Rasa Hotel di Pantai Padang, Kalau Libur, Ramai Sekali

Sebarkan artikel ini
Oplus_0
(Ket photo: Toilet Bersih Rasa Hotel di Pantai Padang, Kalau Libur, Ramai Sekalii

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Di antara riuh ombak Pantai Padang dan lalu-lalang wisatawan yang berlibur, ada satu sudut yang selalu bersih dan terawat: toilet umum di kawasan Muaro Lasak, tepat di sisi kiri Monumen Merpati Perdamaian.

Toilet itu tak hanya sekadar fasilitas publik, bagi Juriyah, sang penjaga toilet, itu adalah tanggung jawab, sumber penghidupan, sekaligus bagian dari pengabdiannya.

“Kalau sudah ramai, saya selalu menyapu lantai ini,” ucap Juriyah sambil tersenyum, Sabtu (5/7/2025). Ia memastikan toilet selalu dalam kondisi bersih, tanpa celah sedikit pun untuk kotoran atau bau tak sedap.

Toilet tersebut memang berbeda dari toilet umum pada umumnya. Dibangun dengan standar tinggi oleh Pemko Padang, fasilitas ini dilengkapi lantai granit, dinding berplester kokoh, tiga urinoir, satu wastafel, dan dua bilik kamar mandi lengkap dengan kloset duduk serta jongkok otomatis.

Baca Juga  Audy Resmikan Perkuburan Minang di Bukit Minang Ternate

Di samping bangunan bahkan tersedia area mandi dan bilas bagi pengunjung yang ingin membersihkan diri usai bermain di pantai. Tak berlebihan jika banyak wisatawan menyebutnya “toilet rasa hotel”.

“Kalau sudah musim pakansi (liburan), pengunjung pasti ramai,” tutur Juriyah. Untuk penggunaan, tarif yang dikenakan pun masih terjangkau, Rp3 ribu untuk buang air kecil dan besar, serta Rp5 ribu untuk mandi.

Saat musim liburan, penghasilannya bisa mencapai rata-rata Rp300 ribu per hari. Namun di hari biasa, pendapatan bisa turun drastis.

“Kalau bukan hari libur, paling cuma Rp50 ribuan,” akunya.

Baca Juga  Warek l UNP Lepas 100 Mahasiswa Giat KKN Proklim

Hasil dari retribusi itu sebagian besar digunakan untuk operasional toilet, terutama untuk listrik dan pompa air. Dalam tiga hari, token listrik saja bisa menghabiskan Rp50 ribu. Jika pengunjung ramai, tentu kebutuhan listrik meningkat.

Dedikasi Juriyah bukan tanpa dukungan. Dinas Pariwisata Kota Padang memang telah memberikan pelatihan bagi penjaga toilet di sepanjang Pantai Padang. Mereka dibekali kemampuan melayani pengunjung dan menjaga kenyamanan wisatawan.

“Kita sudah melatih mereka agar dapat melayani pengunjung pantai dengan baik,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Yudi Indrasyani.

Toilet bersih ini mulai beroperasi sejak Lebaran Idul Fitri 1446 H, setelah direhabilitasi dan dipercantik oleh Dinas PUPR. Kini, toilet yang dulunya kerap dikeluhkan karena bau dan kotor, menjelma menjadi fasilitas nyaman, wangi, dan terjaga kebersihannya.