Peristiwa

Atasi Kemacetan, Wako Padang Relokasi Pedagang Jalan Perintis

5
×

Atasi Kemacetan, Wako Padang Relokasi Pedagang Jalan Perintis

Sebarkan artikel ini
Oplus_0
(Ket photo: Atasi Kemacetan, Wako Padang Relokasi Pedagang Jalan Perintis)

IWOSUMBAR.COM, PADANG- Kemacetan parah yang terjadi setiap sore hingga malam hari di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, Padang, akhirnya mendapat perhatian serius dari Wali Kota Padang, Fadly Amran. Kondisi lalu lintas yang kerap macet dari depan Kantor KPPN hingga Fakultas Kedokteran Unand selama ini dikeluhkan warga.

Kemacetan tersebut dipicu oleh pedagang kaki lima yang berjualan di atas trotoar bahkan hingga ke badan jalan. Tak hanya itu, kendaraan milik pembeli yang berhenti di bahu jalan juga memperparah kepadatan arus lalu lintas.

Merespons kondisi ini, Wali Kota Fadly Amran mengambil langkah tegas. Ia memutuskan untuk menertibkan pedagang kaki lima dan merelokasi mereka ke kawasan yang lebih representatif, yakni Jalan Suliki.

Baca Juga  Audy Joinaldy Pimpin Pramuka Sumbar Hingga 2027

“Kita jadikan Jalan Suliki sebagai sektor kuliner baru,” ujar Fadly Amran, Minggu (29/6/2025). Langkah ini bertujuan untuk mengurai kemacetan, menata kota agar lebih tertib, sekaligus meningkatkan kualitas usaha UMKM.

Fadly menegaskan, relokasi ini tidak untuk mematikan usaha pedagang, justru agar para pelaku UMKM bisa naik kelas dalam lingkungan yang lebih teratur dan bersih.

Selain relokasi, Pemko Padang juga memberlakukan aturan ketat soal kebersihan. Para pedagang dilarang membuang limbah langsung ke saluran air. Sebelum dibuang, limbah harus disaring terlebih dahulu agar tidak mencemari drainase dan lingkungan sekitar.

Untuk mendukung penataan ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang juga tengah memperbaiki sistem drainase di Jalan Suliki.

Baca Juga  Polres Agam Tangkap Kurir Sabu di Manggopoh

“Kami membersihkan sedimen di saluran drainase sepanjang 150 meter, dan pengerjaannya ditargetkan selesai dalam sepekan,” kata Kepala DPUPR, Tri Hadiyanto.

Sementara itu, Camat Padang Timur, Diko Eka Putra, menyebutkan sebanyak 37 pedagang telah sepakat untuk direlokasi dan sebagian sudah mulai berjualan sejak Selasa lalu.

“Kami akan terus menata kawasan ini agar tetap bersih, nyaman, dan tidak mengganggu aktivitas di sekitar perkantoran,” tegas Diko.

Penataan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan kota yang lebih tertib, sehat, dan ramah bagi semua lapisan masyarakat.