IptekNasional

Suharman Noerman Inginkan UNAND & UNIDHA menjadi Centre of Excellence

6
×

Suharman Noerman Inginkan UNAND & UNIDHA menjadi Centre of Excellence

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Suharman Noerman (Ketua Umum IKA Faterna, Sustainability & CSR expert) mengatakan, Posisi UNAND yang akan menjadi PTNBH di tahun 2022 akan merupakan sebuah tantangan bersama secara khusus, baik oleh civitas ademika maupun para Alumni-nya.

Sementra itu, pertumbuhan Universitas Dharma Andalas yang semakin molek bagaikan menjadi ‘bunga nagari’ menjadi dua hal yang sempurna untuk dicermati dalam tantangan perubahan trend masa kini dan mendatang di Sumatera Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Hal itu disampaikan Suharman Noerman dalam dialog diskusi lintas alumni secara virtual Minggu (1/8/) yang dihadiri oleh Rektor dan Mantan Rektor Unand serta para alumnus senior lainnya.

Suharman Noerman Calon Kuat Ketua Umum IKA Unand juga menyampaikan bahwa, Kepemimpinan Alumni Ika Unand menjadi suatu perekat (cohesive) yang penting untuk
digarisbawahi agar Nakhoda Ika Unand betul – betul bisa mengayuh dua pekerjaan besar yang saling sinergitas (symbiose mutualisme) diantara keduanya atau dan berdaya guna untuk kemajuan,

“Jangan sampai berubah menjadi rivalan (persaingan) yang kurang sehat yang dapat membawa kepada kemunduran”, Ujarnya.

Dikatakan, Unand sebagai suatu almameter yang harus tetap berkembang maju, sementara UNIDHA sebagai hasil karya alumni tentu juga harus bisa tumbuh dan berkembang secara sejalan dalam mengikuti seniornya (Unand).

“Kerangka dan pola kerja /komunikasi yang saling menguatkan menjadi penting, untuk itu memerlukan beberapa sentuhan yang khusus dalam tata kelola dan hubungan kerja sama yang saling memberikan manfaat serta saling bersinergi”, ujarnya.

GO OUT LOOK & QUALITY

Salah satu kandidat ketua umum IKA UNAND ini menyampaikan bahwa, Unand & Dharma Andalas (Unidha) dalam perjalanan menjawab tantangan perubahan peradaban dan kemajuan umat manusia, dapat hidup rukun bagaikan ibu – anak yang saling kasih mengasihi dan atau bagaikan kakak-adik yang saling dukung mendukung.

Sehingga cara ini memungkin keduanya bisa saling tumbuh dan berkembang sejalan dalam suatu format ‘saling asuh, saling asah, saling asih’, serta sejalan dengan tupoksi nya sebagai PTN (PTNBH) dan sebagai perguruan tinggi swasta (PTS), perlu suatu rumusan dan kesepahaman yang elok dan jelas pada kedua pimpinan lembaga dan almamater serta alumni nya.

“Kemajuan dan nama besar Unand dengan trend kemajuan akan memberi manfaat besar
kepada Unidha, begitu pertumbungan Unidha sesuai dengan karakter ‘swasta-nya” akan memberikan manfaat bagi Unand dalam karakter saling menguatkan dan pola saling isi mengisi dimaksud”, terang Noerman.

Menghindari persaingan yang kurang sehat secara internal, kata Noerman, maka amat diperlukan strategi melihat keluar (outlook strategy) dan strategi kualitas ouput (output quality strategy) dalam mersepon kebutuhan dalam perubahan stakeholders pembangunan.

Kemampuan melihat arus utama dalam globalisasi (global mainstreaming) dalam keilmuan dan pembangunan serta permasalahannya maupun kesenjangan-nya yang sudah di depan mata.

“Semua itu harus segera direspon, dengan karja dan kinerja nyata dalam benytuk output kualitas SDM unggul yang trampil (plus added value) sebagai jeblosan mereka dari waktu kewaktu”, sebutnya.

Baca Juga  Angkutan Penumpang Kereta Api Sumbar Meningkat

Dalam paparan selanjutnya Suharman Noerman menyampaikan, UNAND & UNIDHA menuju Centre of Excellence Unand sebagai PTN (PTNBH) yang sudah senior sekali dalam dunia perguruan tentu sesuatu yang sudah final artinya Unand tinggal mengejar Mutu agar setara dengan kampus- kampus terkemuka secara nasional atau menuju kelas dunia (a word class university).

“Semenara Unidha harus tetap berfikir sarana dan prasarana / infrastruktur sambil juga mengejar mutu dimaksud, mengikuti arah lari kakaknya” .

Dia mengajak para alumnus untuk fokus dengan Unidha sebagai karya nyata alumni Unand (yang diinisiasi oleh Prof.Fasli Jalal, dkk), yang bermula dari hanya sebuah Sekolah Tinggi. Sekarang telah memiliki belasan (16) Program Studi (prodi), sekitar 2200 mahasiswa dan telah tumbuh menjadi Kampus swasta keren yang diperhitungkan oleh pesaing-pesaing terdahulu-nya sperti UPI dan UBH serta lainya.

Center of Excellence (Pusat Keunggulan) bukan sesuatu isapan jempol tapi sesuatu yang dapat terjadi melalui perencanaan dan kerja keras dalam visi misi serta upaya -upaya yang besar, seperti apa skop dan lingkupnya ?:.

Sejalan dengan perkembangan dengan arah dan ciri serta karakter industry 4.0 dan atau
society 5.0, kita sudah tidak asing lagi dengan Revolusi Industri 4.0 yang berawal dari konsep Industri era digital/era teknologi informasi dan komunikasi di Jerman missalnya, 4.0 dikenal
dengan 6 pilar utama yaitu; masyarakat digital, energi berkelanjutan, mobilitas cerdas, hidup sehat, keamanan sipil, dan teknologi di tempat kerja.

Indonesia pun sudah menerapkan Industri 4.0 tersebut secara bertahap dibebrapa sektor.

Pengembangan infrastruktur (soft and hardware) dalam digitalis dan IT (Information
and Technology) serta AI (Artificial Intelligent) sejalan dengan tuntutan peradaban baru dan new normal dengan segala kemampuan adaptasi masyarakat itu sendiri,
isu-isu metadata, bigdata dll, menjadi penting dalam pengembangan kampus dan
keilmuan terapan tersebut.

Kajian-kajian trend global, nasional dan local, seperti study, riset, workshop atau training dalam aspek terkini dan trend arus utama (mainstreaming), seperti, keberlanjutan (sustainability) dan aspek Pilar SDGs (Sustainable Development Goals) sebagai suatu peluang dan ranah studi baru.

Penguatan inovasi dalam riset terapan dari hulu ke ‘hilirisasi’ produk layanan dan berkaitan dengan industry dalam sektor apapun yang diminati pasar atau public seperti termasuk kesehatan, pangan, sandang dll.

Memulai kearah kerja sama program studi (prodi) yang tepat guna dan sasaran dan dekat dengan kebutuhan industry sepertI; MM/MBA CSR (Corporate Social Responsibility), Business and Human Rights, Sustainable Management dan Procurement, Share values Management, Biodiversity and Environment Technology, Circular economy and sustainability , etc Synergi alumni tanpa batas (multi-sector) .

Kehadiran alumni untuk mendorong dan terlibat dalam proses merdeka belajar (MB) dan kampus merdeka (KM) menyongsong PTNBH untuk Unand dan penguatan Unidha disatu sisi, adalah hal yang menarik untuk penting dibahas untuk melihat arah peran serta alumni itu sendiri, dari mana memulainya?,

Baca Juga  Boy Rafli Terima Anugerah Bintang Mahaputera Pratama dari Presiden

Butir- butir dibawah ini dapat dijadikan pertimbangan dan masukan:

Ika Unand yang Trust Worthy Organization

IKa Unand kata Suharman Noerman sebagai rumah harus menjadi rumah yang nyaman dan aman untuk berguyub memulai dari diri sendirinya dengan norma (values), aturan main dan prosedur yang inclusive dan karakter program yang transformative serta karakter kerja organisasi innovative dalam tata kelaola yang sehat (good governance).

Ika Unand dapat memulai dengan sebuah dokumen AD/ART, GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi) serta tata kelola yang baik, prosedur dan SOP (Standard Operating Procedure) yang logis, memiliki social bounding yang kuat dan sistem pengambilan keputusan yang demokratis serta leadership collegial dalam menyongsong era perubahan dimaksud sebagaimana bagian dalam proses menuju center of excellence dimaksud, semoga !.

PROMOSI ALUMNI MUDA DI SEMUA LINI dan SEKTOR STRATEGIS .

Pimpinan IKA Unand ( a collegial leadership ?) harus mampu menjalin hubungan dengan alumni muda potensial yang sedang dalam posisi strategis menuju karir puncak di semua lini dan sektor (pemerintahan dan dunia usaha / korporasi), sehingga guyub menuju suatu saling asah-asih -asuh yang harmonis dan memberikan
ruang saling mendukung , promosi melalui pelbagai kesempatan dan program seperti dalam kajian dan seminar, symposium dll.

Guyub yang Inklusif, Saling Menguatkan. Mendorong suasana harmonis, kondusif dalam rasa satu saudara, satu rumah, rasa satu keluarga besar dimanapun berada, terutama di perantuan (diaspora Alumni Unand atau diaspora minang sebagai urang awak) dapat menjadi satu spirit senasib dan seperjuangan ‘Kito awak Unand”.

Suasana ini akan menjadi kekuatan penyatu yang dapat merambah ke sektor saling bekerja sama dan berbisnis terkait kepentingan alumni dan almamater, menuju organisasi yang socio-eco-preneurship.

Dia juga meminta Dialog Serial Webinar Dialog webinar serial (regular) minimal satu kali dalam sebulan dalam berbagai topik dan tematik yang menjadi trend dalam perubahan dan transformasi kekinian dan kedepan (futuristic) , sehingga para alumni yang sedang dalam promosi Master, Doktor atau Guru Besar (Professor) mendapat ruang dan peran dalam program pencerahan keilmuan kepada publik (komunitas intelektual) dan akan memberi nilai tambah dan promosi bagi nama besar almamater.

Dikatakan, Training, Workshop yang menjadi Trend ke Ilmuan Training, workshop dan FGD (Focus Group Discussion) untuk adik adik calon alumni dan alumni muda diperlukan untuk mereka mendapat nilai tambah sebelum keluar
dari kampus atau sebelum mereka menghadapi dunia usaha dan dunia kerja.

“Workshopdan training dalam hal penguatan keterampulan dan skill terapan, yang
bermanfaat (nilai tambah), seperti AMT, Leadership, Kompetensi CSR, Community
Development (Comdev) skill , dll”, ujarnya . (***)