IWOSUMBAR.COM, PADANG – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, Mairizon, menyampaikan bahwa pentingnya pengelolaan arsip sebagai bagian integral guna mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi layanan publik.
Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Pembinaan Arsip pada Kelurahan Tertib Arsip, yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan, Aia Pacah, Kamis (26/6/2025).
“Arsip bukan sekadar memori organisasi, melainkan jantung pemerintahan. Ia mencatat setiap aktivitas dan kebijakan dengan rapi dan berdaya guna,” ujar Mairizon yang juga menjabat sebagai Plt. Asisten I Pemerintahan dan Kesra.
Ia menekankan bahwa arsip memiliki nilai guna yang luas, mulai dari aspek administratif, keuangan, hingga hukum.
“Arsip mendukung kegiatan operasional harian, pengambilan keputusan, dan penyusunan kebijakan. Bahkan, dapat melindungi hak keperdataan masyarakat,” ujarnya.
Mairizon juga menyampaikan bahwa peran kelurahan sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik, khususnya dalam penciptaan dan pengelolaan arsip.
Layanan seperti surat pengantar, SKTM, keterangan tanah, hingga legalisir harus terdokumentasi dengan baik agar dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.
“Bayangkan jika ada warga yang butuh salinan akta kelahiran atau bukti kepemilikan tanah, tapi arsipnya rusak atau hilang. Ini jelas bisa mencederai kepercayaan publik.” ujarnya.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya kelurahan yang belum tertib arsip. Masalahnya beragam, mulai dari tata naskah dinas yang belum sesuai, arsip yang tidak tertata, hingga penumpukan arsip inaktif yang belum disusutkan.
Sebagai langkah pembenahan, Pemko Padang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan telah memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) kepada 104 kelurahan.
“Saat ini kelurahan mulai menerapkan aplikasi Srikandi dalam pelayanan administrasi. Ini selaras dengan program unggulan Pemko Padang, yakni Padang Amanah, serta mendukung penerapan good governance,” kata Mairizon.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Syafriadi, turut menekankan bahwa pengelolaan arsip harus mengikuti siklus hidup arsip (life cycle of record) dan mengacu pada nilai gunanya.
“Kami ingin mendorong lahirnya sistem kearsipan yang terstandar di setiap kelurahan. Dari sini akan tumbuh gerakan sadar dan tertib arsip, sehingga memperkuat akuntabilitas kinerja kelurahan,” ucap Syafriadi.





