IWOSUMBAR.COM, PADANG- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa setiap potensi, sekecil apa pun, dapat menjadi ujung tombak dalam mewujudkan Padang sebagai kota pintar dan kota sehat yang maju dan sejahtera, berlandaskan nilai- nilai agama dan budaya.
“Jika agama kuat, insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh. Menanamkan nilai-nilai agama dalam pembangunan berarti membentuk karakter masyarakat Minang yang sesuai dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK),” ujarnya saat membuka Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MK2MDT) se-Kota Padang, di Masjid Raya Adabiah, Senin (9/6).
Dikesempatan itu, Maigus memaparkan sejumlah program Pemko Padang yang mendukung visi tersebut, seperti BPJS, Padang Juara, Smart Surau, dan inisiatif lainnya. Ia secara khusus menyoroti program Smart Surau dan mengajak para kepala madrasah untuk berperan aktif.
“Bapak dan Ibu adalah para ahlinya. Mari kita kembalikan kedekatan anak-anak dengan surau. Dahulu, tokoh-tokoh hebat lahir dari lingkungan surau,” ujarnya.
Maigus juga menyampaikan rencana evaluasi kurikulum dan sistem pembelajaran yang lebih menyenangkan serta menarik minat anak-anak untuk datang ke masjid. Beberapa inovasi yang disiapkan antara lain penyediaan WiFi dan digitalisasi aktivitas belajar.
“Mulai tahun ajaran baru, anak SMP kita dorong untuk belajar di MDTW. Anak yang tamat SD harus memiliki ijazah MDTA atau TPQ dan hafal minimal satu juz Al-Qur’an. Sementara siswa SMP wajib memiliki ijazah MDTW dan hafal minimal dua juz,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kedisiplinan waktu bagi pelajar. “Anak-anak tidak boleh berada di luar rumah lewat pukul 22.00 WIB. Jika melanggar, akan ada sanksinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, menilai pelaksanaan ujian MDT sebagai bagian penting dari evaluasi proses belajar-mengajar.
“Evaluasi ini bukan hanya penilaian hasil belajar, tapi juga momentum penyempurnaan MDT agar memberikan dampak nyata bagi anak-anak. Ini selaras dengan program pemerintah pusat maupun Pemko Padang dalam mendukung pendidikan keagamaan,” katanya.
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Padang, Syaifuddin Zuhri, menyampaikan bahwa pertemuan MK2MDT yang diadakan dua bulan sekali ini bertujuan memperkuat silaturahmi dan koordinasi antar pengelola MDT.
“Saat ini terdapat 194 MDTA yang telah memiliki izin operasional dari Kemenag Kota Padang. Kita berharap semuanya dapat melaksanakan proses pembelajaran secara optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, ujian akhir MDTA telah dilaksanakan serentak pada 11–13 Mei 2025 dan diikuti oleh 3.254 peserta. “Kita berharap MDTW sudah bisa berjalan pada tahun ajaran baru,” katanya.
Ketua FKDT Kecamatan Padang Timur, Erman, turut melaporkan bahwa terdapat 120 guru MDTA di wilayahnya, dengan 79 orang di antaranya telah tersertifikasi.





