IWOSUMBAR.COM, CIREBON -Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Bahjah, di bawah naungan Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah yang dipimpin Buya Yahya, tengah bersiap naik status menjadi universitas dengan minimal empat fakultas. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan zaman melalui pendidikan berbasis pesantren dan akademik modern.
“Ke depan, kami ingin membuka program seperti Manajemen Haji dan Umroh, HKI, multimedia, politeknik, dan ilmu kesehatan,” kata Ustad Imam Abdullah, Wakil Ketua III STAI Al-Bahjah. (22/5)
Mengusung sistem kurikulum ganda, STAI Al-Bahjah memadukan standar Kementerian Pendidikan dan kurikulum pesantren. Mahasiswa dibekali ilmu akademik dan syariah, serta dilatih berdakwah langsung melalui khutbah, mengajar, dan menjadi penerjemah.
Saat ini tersedia tiga program studi: Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, dan Tadris Matematika. STAI Al-Bahjah mengusung moto “Mencetak sarjana yang ulama,” dengan keterlibatan langsung Buya Yahya dan istri dalam pengajaran.
Salah satu pendukung utama pengembangan SDM di kampus ini adalah PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) melalui Rimba Foundation yang memberi beasiswa penuh kepada 20 mahasiswa. Bantuan mencakup biaya kuliah dan kebutuhan pondok hingga lulus.
Miftahul Arifin, hafiz 30 juz asal Kuningan, dan Joko Prayitno dari Ngawi, Jawa Timur, mengaku sangat terbantu dengan beasiswa ini. Keduanya berasal dari keluarga sederhana dan kini dapat fokus menuntut ilmu tanpa beban biaya.
CEO TMMS Herryan Syahputra menegaskan bahwa dukungan ini adalah bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. “Kami ingin tumbuh bersama masyarakat melalui pendidikan, teknologi ramah lingkungan, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Sinergi antara STAI Al-Bahjah dan Meranti Group menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dapat melahirkan generasi unggul yang berilmu dan berakhlak mulia.





