Peristiwa

UNP Kolaborasi dengan Lima Universitas Australia untuk Pendidikan Inklusif Digital

10
×

UNP Kolaborasi dengan Lima Universitas Australia untuk Pendidikan Inklusif Digital

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: UNP Kolaborasi dengan Lima Universitas Australia untuk Pendidikan Inklusif Digital)

IWOSUMBAR.COM, SURABAYA- Universitas Negeri Padang (UNP) menjalin kerja sama strategis bersama lima perguruan tinggi ternama di Australia. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pendidikan inklusif di era digital yang terus berkembang.

Sebagai langkah awal, UNP bersama sembilan LPTK lainnya di Indonesia mengikuti kegiatan Webinar Internasional Pendidikan Inklusif yang digelar secara hybrid di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 14–16 Mei 2025.

Dalam kegiatan ini, UNP ditunjuk sebagai panitia bersama bersama UNESA dan Universitas Negeri Medan (UNIMED). Acara tersebut diikuti oleh dosen, guru pamong, dan mahasiswa PPG dari seluruh Indonesia.

Baca Juga  UNP Jalin Kerjasama, BTN Padang Serahkan 4 Unit Mobil Operasional

Rektor Prof. Krismadinata, Ph.D., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengatakan kolaborasi merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi UNP sebagai kampus kependidikan berkelas dunia.

“Kemitraan ini membuka peluang besar untuk berbagai program kolaboratif seperti seminar, workshop, short course, micro credential, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga praktik lapangan internasional,” jelasnya.

Lima universitas Australia yang menjadi mitra UNP dalam program ini antara lain Deakin University, Western Sydney University, Central Queensland University, The University of Adelaide, dan The University of Newcastle.

Baca Juga  Kantor Camat Baru Padang Timur Mulai Dibangun

Dr. Nofrion, M.Pd., selaku PIC Program Pendidikan Guru Indonesia – Australia (PGIA) di UNP, menyatakan bahwa kerja sama ini akan berkembang ke arah penyusunan kurikulum bersama antara Indonesia dan Australia.

“Praktik baik dari kedua negara akan diramu untuk merancang kurikulum pendidikan guru yang relevan dengan perkembangan IPTEKS dan tantangan global,” ujar Dr. Nofrion yang juga menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Inovasi Pembelajaran, PJJ, dan RPL, Direktorat Akademik UNP.