Peristiwa

PSH Unand Siap Rayakan 78 Tahun Sang Maestro Makmur Hendrik

1
×

PSH Unand Siap Rayakan 78 Tahun Sang Maestro Makmur Hendrik

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: PSH Unand Siap Rayakan 78 Tahun Sang Maestro Makmur Hendrik)

IWOSUMBAR COM, PADANG- SEMANGAT berkesenian dan berkebudayaan, terutama di lingkungan kampus, harus terus digelorakan. Untuk itu, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam membangun gerakan yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Universitas Andalas (Unand), melalui Pusat Studi Humaniora (PSH), menyatakan komitmennya menjadikan kampus sebagai episentrum gerakan seni dan budaya di Sumatera Barat.

PSH Unand menggandeng Himpunan Media Sumbar (Hamas), Harian Singgalang, dan Gebu Minang untuk menggelar acara peringatan 78 tahun tokoh penulis, wartawan, dan seniman nasional, Makmur Hendrik.

“Rangkaian acara ini akan meliputi pemberian penghargaan, orasi budaya, testimoni, dan parade baca puisi yang melibatkan penyair senior hingga mahasiswa,” ujar Direktur PSH Unand, Dr. Hary Efendi Iskandar, SS, MA, Jumat (17/5/2025).

Ini menjadi kali kedua PSH Unand menjalin kerja sama dengan Hamas dalam mengangkat kegiatan seni dan budaya. Sebelumnya, mereka sukses menggelar penghargaan untuk almarhum Abrar Yusra, tokoh pers dan sastra Sumatera Barat.

Menurut Dr. Hary, yang akrab disapa Ajo, rutinitas kegiatan seperti ini diharapkan dapat memantik semangat sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa, untuk aktif berkarya dalam ranah kesenian dan kebudayaan.

Acara bertajuk “78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia, Makmur Hendrik” akan digelar pada 4 Juni 2025 di Convention Hall Unand. Salah satu puncak acara adalah penganugerahan Life Achievement Award kepada Makmur Hendrik atas dedikasinya yang luar biasa dalam dunia literasi, jurnalistik, dan seni budaya.

“Kalau bukan kita yang menghargai tokoh-tokoh seperti beliau, siapa lagi?” Sebut Hary penuh semangat.

Diketahui, Makmur Hendrik dikenal luas melalui karya-karyanya yang melegenda seperti Tikam Samurai dan Giring- Giring Perak, yang bahkan telah diadaptasi ke layar lebar. Selain dikenal sebagai penulis dan wartawan, beliau juga merupakan aktivis Angkatan ’66 saat masih bersekolah di STM Bukittinggi, serta pendiri perguruan silat Empat Banding Budi.

Dengan dukungan berbagai pihak, PSH Unand ingin menjadikan momentum ini sebagai penggerak lahirnya ruang-ruang kreatif baru di lingkungan kampus dan masyarakat luas.