IWOSUMBAR.COM, PADANG- Hari kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Fisik Sosial dan Pemetaan Geografi 2025 di Kabupaten Pesisir Selatan berlangsung dengan penuh semangat. Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Bupati Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, S.Ag., MM., MH., yang datang langsung ke lokasi bersama sang istri, Oktarina, M.Pd. alumni Pendidikan Geografi Universitas Negeri Padang angkatan 1998.
Dalam kunjungannya, Dr. Risnaldi menunjukkan dukungan besar terhadap kegiatan mahasiswa. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pelaksanaan KKL di masa mendatang sebagai bagian dari pembangunan berbasis ilmiah.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena didasari oleh kajian ilmiah dan data lapangan. Pemerintah daerah sangat terbuka terhadap hasil-hasil KKL dan siap memfasilitasi kolaborasi lebih besar antara kampus dan pemerintah,” ujarnya dalam sambutan.
Pada hari kedua ini, para mahasiswa Departemen Geografi melakukan berbagai aktivitas lapangan, seperti observasi fisik wilayah, pengumpulan data sosial, dan praktik pemetaan geospasial. Mereka dibagi dalam kelompok subtema dan ditempatkan di beberapa nagari, dengan pendampingan dosen dan laboran, sebagai bagian dari penerapan analisis spasial dan sosial.
Ketua Pelaksana KKL, Aji Sulaksana, mengungkapkan bahwa kehadiran tokoh-tokoh daerah sangat memotivasi peserta.
“Kehadiran langsung Wakil Bupati, Camat, dan Kepala Sekolah menjadi dorongan moral luar biasa. Ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga upaya nyata membangun sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan teori dari bangku kuliah, tetapi juga belajar langsung dari dinamika sosial dan lingkungan setempat. KKL ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat mampu mendorong pemahaman spasial yang mendalam serta solusi kontekstual untuk pembangunan berkelanjutan di Pesisir Selatan.
Kegiatan hari kedua ditutup dengan sesi pemetaan partisipatif dan pengumpulan data sosial oleh tiap kelompok. Antusiasme peserta tetap tinggi, mengingat rangkaian pengumpulan data akan berlanjut keesokan harinya, dengan harapan hasilnya dapat memberikan rekomendasi ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.





