Peristiwa

Dosen Penjaskesrek UNP Jadi Judge di AHF Cup 2025

8
×

Dosen Penjaskesrek UNP Jadi Judge di AHF Cup 2025

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Dosen Penjaskesrek UNP Jadi Judge di AHF Cup 2025)

IWOSUMBAR.COM, PADANG- Haripah Lawanis, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek), mendapat kehormatan untuk bertugas sebagai Judge dalam ajang bergengsi Asian Hockey Federation (AHF) Cup 2025. Turnamen ini sekaligus menjadi babak kualifikasi Asia Cup 2025 dan berlangsung di Jakarta pada 17–27 April 2025.

Ajang ini diikuti oleh sejumlah negara Asia, yang terbagi dalam dua kategori, yakni Men dan Women. Untuk kategori Men, peserta berasal dari Oman, Chinese Taipei, Hong Kong China, Uzbekistan, Singapura, Bangladesh, Sri Lanka, Indonesia, Thailand, dan Kazakhstan. Sementara itu, kategori Women diikuti oleh Singapura, Hong Kong China, Chinese Taipei, Uzbekistan, Sri Lanka, dan Indonesia.

Keterlibatan Haripah Lawanis sebagai bagian dari tim Technical Officials (TO) dan Judges menandai kontribusi aktif Prodi Penjaskesrek di level internasional, khususnya dalam bidang perwasitan dan manajemen pertandingan cabang olahraga hoki.

Baca Juga  Pusat KKN UNP dan BNPB Gelar Giat Evaluasi Perubahan Prilaku

Tim TO sendiri terdiri dari para profesional dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia, Sri Lanka, Oman, India, Taipei, Uzbekistan, dan Kazakhstan.

Berikut hasil akhir pertandingan AHF Cup 2025:

Kategori Men
• Juara 1: Oman
• Juara 2: Chinese Taipei
• Juara 3: Bangladesh

Kategori Women
• Juara 1: Singapura
• Juara 2: Chinese Taipei
• Juara 3: Hong Kong China

Keikutsertaan Haripah Lawanis dalam event ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi, sekaligus inspirasi bagi para mahasiswa untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga  Sidang SIP Ditempat, KI Sumbar Sukses Damaikan PKN dan Nagari

“Prodi Penjaskesrek terus mendorong sivitas akademika untuk aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik berskala global”, ujarnya.