IWOSUMBAR.COM, PADANG -Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat periode 2025–2030 berlangsung meriah di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (29/4/2025). Acara ini dihadiri lebih dari 2.600 peserta dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, bersama Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, secara langsung melantik jajaran pengurus baru. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, unsur Forkopimda, perwakilan TNI-Polri, serta tamu undangan lainnya.
Ketua PWNU Sumbar terpilih, Prof. Ganefri, menyampaikan bahwa pelantikan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi.
“Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh PCNU dan MWCNU dari 19 wilayah. Ini bukti semangat kebersamaan warga NU,” ujarnya.
Ganefri juga menegaskan komitmen NU dalam mendukung program-program pemerintah serta peran aktif organisasi di berbagai bidang.
“Dalam bidang pendidikan, NU di Sumbar telah memiliki universitas. Ke depan, kami akan memperkuat peran di bidang kesejahteraan umat lainnya,” katanya. Ia juga mengumumkan rencana peluncuran situs resmi NU Sumbar yang akan menghubungkan seluruh wilayah di provinsi ini.
Sebelumnya Wakil Ketua PWNU Sumbar, Krismadinata, menambahkan bahwa NU telah hadir di Sumbar sejak 1953, dimulai dari Bukittinggi dan Agam, dan kini telah berkembang hingga tingkat kecamatan.
“NU tidak bersaing dengan organisasi lain. Justru kami ingin bergandengan tangan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam serta meningkatkan kesejahteraan umat,” ujarnya.
Sebelum pelantikan ini, PWNU Sumbar telah menggelar Konferensi Wilayah ke-13 pada 7 Desember 2024 lalu di Hospitality UNP. Dalam forum itu, Prof. Ganefri kembali terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah, sementara KH. Mohd. Chozin Adnan ditetapkan sebagai Rais Syuriah melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi.
Dikesempatan, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mengapresiasi semangat dan capaian NU di Sumbar. Ia berpesan kepada para pengurus agar senantiasa menjaga amanah.
“Berikan layanan terbaik kepada umat. Jangan sampai mengkhianati amanah yang telah diberikan,” pesannya.
Rangkaian acara ditutup dengan pertemuan internal antara PBNU dan seluruh pengurus PCNU, MWCNU, serta badan otonom NU se-Sumatera Barat.





