Nasional

IPPAFest 2025: Panggung Kreativitas Warga Binaan Seluruh Indonesia

5
×

IPPAFest 2025: Panggung Kreativitas Warga Binaan Seluruh Indonesia

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: IPPAFest 2025: Panggung Kreativitas Warga Binaan Seluruh Indonesia)

IWOSUMBAR.COM, PADANG- Karya dan kreativitas terbaik dari para Warga Binaan di seluruh Indonesia kembali hadir dalam gelaran Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025.

Festival ini digelar pada 21 hingga 23 April 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta, menampilkan beragam karya mulai dari pertunjukan seni, kuliner, fesyen, hingga bazar produk hasil pembinaan.

Mengusung tema “Creation Beyond the Bars”, IPPAFest menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61 yang jatuh pada 27 April 2025.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki turut ambil bagian dengan menampilkan hasil produksi seperti jas hujan, batik jeruji, dan lukisan glitter- bukti nyata kemampuan dan potensi Warga Binaan dalam menciptakan karya bernilai.

Baca Juga  Pertumbuhan IOH Mengesankan di Kuartal Pertama 2024

Menteri Imipas, Agus Andrianto, saat membuka acara menyampaikan bahwa IPPAFest bukan sekadar festival, melainkan panggung semangat, harapan, dan kemanusiaan.

“Tema IPPAFest adalah Creation Beyond the Bars, sebuah pernyataan kuat bahwa kreativitas tidak bisa dipenjara. Harapan tidak bisa dibungkam, ia selalu menemukan jalan dan jembatan untuk keluar dari batas-batas yang ada,” ujarnya, Senin (21/4).

Ia menambahkan bahwa IPPAFest merupakan refleksi dari proses pembinaan yang panjang dalam mengembalikan Warga Binaan ke masyarakat sebagai pribadi yang utuh dan berdaya guna.

Baca Juga  Bersama Sumbar Wujudkan Word Islamic Entrepreneur

Agus juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pemasyarakatan sebagai bagian dari solusi bangsa.

Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, turut memberikan apresiasi kepada Kementerian Imipas atas terselenggaranya IPPAFest.

“Kegiatan ini menunjukkan adanya kepedulian dan perubahan cara pandang terhadap Warga Binaan. Dulu mungkin kita memandang mereka dengan diksi yang negatif. Namun karya-karya ini membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan Kementerian Imipas sangat penting dan harus terus dikembangkan,” ungkapnya.