IWOSUMBAR.COM, PADANG- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat terus upayakan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang. Hingga awal April 2025, tercatat sebanyak 57 kali sosialisasi telah digelar di berbagai titik, mulai dari lokasi rawan kecelakaan hingga sekolah-sekolah di sekitar jalur rel.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas masih tingginya angka kecelakaan di perlintasan kereta api. Sepanjang 2024, terjadi 21 kasus kecelakaan yang sebagian menyebabkan korban jiwa. Sementara di awal 2025, hingga April, sudah tercatat empat kejadian serupa.
“Ini menjadi perhatian serius. Sosialisasi terus kami lakukan agar masyarakat makin sadar akan pentingnya keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, dalam keterangannya, Selasa (9/4).
Reza menjelaskan bahwa perlintasan sebidang adalah titik paling rawan kecelakaan karena jalur kereta bersinggungan langsung dengan jalan umum. Kecelakaan umumnya terjadi akibat kurangnya disiplin pengguna jalan yang menerobos saat kereta akan melintas.
Tak hanya edukasi, KAI Divre II Sumbar juga melakukan tindakan tegas dengan menutup sembilan perlintasan liar yang dianggap membahayakan.
Selain itu, KAI juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sepanjang rel. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian melarang segala bentuk kegiatan di ruang manfaat jalur kereta, termasuk bermain atau berjalan di rel.
“Kami terus mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keselamatan bersama. Jangan hanya mengandalkan palang pintu atau petugas, tapi juga kesadaran pribadi sangat penting,” tegas Reza.
Untuk melaporkan kondisi jalur atau perlintasan yang membahayakan, masyarakat bisa menghubungi Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121





