Peristiwa

Pantai Padang Tercemar Sampah, Pasukan Oranye Kerja Keras

4
×

Pantai Padang Tercemar Sampah, Pasukan Oranye Kerja Keras

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Pantai Padang Tercemar Sampah, Pasukan Oranye Kerja Keras)

IWOSUMBAR.COM, PADANG- Selama beberapa hari terakhir, Pantai Padang kembali dipenuhi sampah yang terbawa oleh arus laut. Sampah yang menumpuk di sepanjang pesisir membuat pemandangan yang kurang sedap dipandang dan mengurangi kenyamanan pengunjung.

Untuk mengatasi hal tersebut petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, yang dikenal sebagai “Pasukan Oranye,” terus berjibaku membersihkan area tersebut.

Masalah ini bukan hal baru. Sampah yang menumpuk di pantai sebagian besar berasal dari kebiasaan masyarakat yang masih membuang limbah sembarangan.

Alih-alih dikelola dengan baik, banyak sampah dibuang ke drainase dan sungai. Saat hujan deras turun, arus membawa sampah-sampah ini hingga ke laut, sebelum akhirnya dikembalikan oleh ombak ke daratan.

Baca Juga  Anak Usia 10 Tahun Hanyut di Sungai Batang Kandis, Lubuk Buaya

Kondisi semakin diperburuk oleh hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Jumat (28/3/2025). Volume air yang meningkat menyebabkan arus sungai membawa lebih banyak sampah ke laut.

DLH Kota Padang melepaskan kubus apung yang menahan sampah di sungai atau mempertahankannya dengan risiko rusak akibat derasnya arus.

“Jika kubus apung tidak dilepas, arus bisa merusaknya. Tetapi jika dilepas, sampah langsung hanyut ke laut dan akhirnya terdampar di pantai,” ujar Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, Kamis (3/4/2025).

Baca Juga  Kapolri Fokus Kembangkan Olahraga Sepeda Indonesia

Momen buruk ini terjadi dengan bertepatan dengan masa libur Idul Fitri, saat Pantai Padang biasanya ramai oleh wisatawan dan perantau yang ingin menikmati suasana pantai.

Menurut Fadelan, sampah yang hanyut ke laut akibat hujan deras biasanya mulai kembali ke pantai dalam dua hari dan terus menumpuk selama satu pekan.

Selama periode itu, petugas kebersihan harus bekerja ekstra untuk mengumpulkan dan mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Air Dingin.