Nasional

Ganip Imbau Warga Tidak Ragu Menjalani Isolasi Terpusat

2
×

Ganip Imbau Warga Tidak Ragu Menjalani Isolasi Terpusat

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito, S.E.,M.M. mengimbau masyarakat yang terpapar virus untuk tidak ragu melakukan isolasi mandiri di tempat terpusat yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dikatakan Ganip dalam konferensi pers bersama Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P terkait optimalisasi program 3T (testing, tracing, treatment) pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, yang berlaku mulai 26 Juli hingga tanggal 2 Agustus 2021.

Ganip menjelaskan bahwa pada tempat isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah sudah siap dengan perangkat pendukung operasionalnya.

“Kami sudah siapkan tenaga medis, obat-obatan serta kegiatan treatment lainnya bagi pemulihan para pasien sampai sembuh atau negatif,” tambahnya.

Ganip turut menegaskan kembali bahwa sangat penting bagi masyarakat yang positif Covid-19 untuk melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat guna pemulihan kondisi serta melindungi orang di sekitarnya.

“Sekali lagi jangan ragu untuk melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat, itu tempat yang tepat untuk memulihkan kondisi serta melindungi orang yang ada di sekitar kita,” tegasnya.

Baca Juga  Dihadiri Delegasi 24 Negara Bukittinggi Siap Sukseskan IMLF 2925

Sementara, Tempat isolasi terpusat yang ada di Jakarta berlokasi di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Rusun Nagrak dan Pasar Rumput yang telah disiapkan untuk dapat menampung hingga 10.000 pasien, peningkatan kapasitas RSDC Kemayoran juga sudah kami lakukan dimana bed occupancy rate (BOR) sudah mencapai sekitar 47 persen.

“Masyarakat cukup membawa keterangan hasil tes swab antigen sudah dapat dirujuk ke tempat isolasi terpusat tersebut,” lanjutnya.

Selain di Jakarta, tempat isolasi terpusat lainnya juga sudah disiapkan bagi masyarakat yang akan melakukan isolasi mandiri, antara lain di Kabupaten Bandung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Bantul dan Kota Solo.

“Di luar Jakarta, seperti di Bandung, Depok, Kota Tangerang juga sudah siap dengan tempat isolasi terpusat lainnya untuk menampung orang tanpa gejala dan gejala ringan,” ungkapnya.

Pelatihan Tracer Digital Guna Memperkuat Upaya Tracing

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa 36.000 personel TNI turut dikerahkan sebagai tracer digital yang tersebar di seluruh wilayah guna memperkuat upaya tracing di Indonesia.

“Standar WHO (World Health Organization) dalam pelaksanaan tracing kontak erat 1 banding 30, namun Indonesia baru 1 banding 1, kami berusaha untuk memperbanyak jumlah tracer guna memperkuat upaya tracing hingga memenuhi standar WHO,” ucap Hadi.

Baca Juga  Peringatan HKGB ke-72, Ketum: Istri Anggota Polri Jadi Support System Suami

Hadi juga mengemukakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pelatihan bagi tracer digital sehingga mempermudah pelaksanaan tracing kontak erat berbasis sistem aplikasi digital, Silacak.

“Karena selama ini tracing masih dilakukan secara manual dengan door to door dengan wawancara langsung, dengan adanya aplikasi Silacak diharapkan dapat mempercepat proses pelaporan tracing,” jelasnya

Selain dari unsur TNI, Ganip juga mengemukakan bahwa BNPB juga turut menyediakan sumber daya manusia sebagai tracer di wilayah Jawa dan Bali sebanyak 7.000 orang.

“Guna memperkuat 3T, BNPB juga mendukung anggaran bagi para relawan yang menjadi traacer di wilayah Jawa dan Bali sebanyak 7.000 orang,” ungkap Ganip.

Kemudian Ganip kembali mengingatkan beberapa hal terkait upaya bersama dalam penanganan pandemi Covid-19 yakni disiplin melaksanakan protokol kesehatan, jika kondisi badan sudah mulai merasakan gejala kurang sehat dapat langsung melakukan testing ke puskesmas maupun pos PPKM sehingga fungsi tracing dapat terlaksana. (BNPB)