Nasional

Kakorlantas dan Menhub Optimis Jalur Pelabuhan Merak Lancar

3
×

Kakorlantas dan Menhub Optimis Jalur Pelabuhan Merak Lancar

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Kakorlantas dan Menhub Optimis Jalur Pelabuhan Merak Lancar)

IWOSUMBAR.COM, JAKARTA -KAKORLANTAS Irjen Agus Suryonugroho bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelang lebaran meninjau kondisi Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (23/3/2025).

“Maksud kita ke sini adalah untuk melihat kesiapan dari ASDP terutama dalam menyambut para pemudik. Kedua hari ini adalah diharapkan kita dapat mengurai kepadatan pemudik,” kata Menhub Dudy di Port Operation Control Center (POCC) Pelabuhan Merak, Banten.

Kakorlantas menyebut bahwa skenario pengendalian arus di jalur penyeberangan ialah pembatasan kendaraan sumbu tiga menuju Pelabuhan Merak per Senin (24/3) pukul 00.00 WIB.

Baca Juga  Kepala BNPB Minta Pemkab Pasaman Segera Serahkan Dokumen R3P

“Hari ini adalah hari pertama operasi ketupat dan jam 00.00 kendaraan sumbu tiga sudah tidak beroperasi. Jika nanti merak dan pelabuhan lainnya itu puncak arusnya tgl 28 kita sudah ada skenario,” tutur Kakorlantas.

Adapun situasi Pelabuhan Merak saat ini masih dalam kondisi normal, Kakorlantas bersama stakeholder telah menyiapkan langkah-langkah strategi seperti delaying system guna mengurai kepadatan di jalur penyeberangan.

“Hari ini masih hijau masih normal. Ketika kuning sudah ada langkahnya. Ketika nanti merah apakah nanti antriannya sudah sampai luar nanti akan kita berlakukan delay system,” ungkap Kakorlantas.

Baca Juga  Kemenhub dan TNI AD Gelar Serbuan Vaksinasi di Bogor

Terakhir, Kakorlantas menyebut bahwa sistem ganjil -genap hanya bersifat himbauan bagi masyarakat yang hendak mudik agar menentukan waktu keberangkatan sesuai dengan tanggal dan nopol kendaraannya.

“Ganjil genap itu sifatnya himbauan jadi diharapkan silakan pemudik bisa mengatur, oh kendaraan hari ini ganjil saya berangkat, genap untuk mencegah supaya nanti terurai. Karena operasi ketupat adalah operasi kemanusiaan, prioritas utama adalah bagaimana negara mengamankan pemudik baik itu ke Trans Jawa maupun yang menggunakan pelabuhan menuju Lampung dan Sumatera,” katanya.