IWOSUMBAR.COM, CREATIVE agency merupakan bagian penting dalam ekosistem industri kreatif. Oleh karena itu, lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) perlu dipersiapkan agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri saat ini.
Salah satu aspek krusial yang harus diperhatikan adalah etika dalam menjalankan profesi sebagai graphic designer yang profesional. Untuk itu, Program Studi DKV Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan mata kuliah Etika Profesi Desain, yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang kode etik profesi.
Salah satu materi dalam mata kuliah ini adalah Etika Profesi Desain pada Creative Agency, yang sebelumnya dikemas dalam program visiting lecturer.
Pada semester ini, materi tersebut disampaikan dalam format kuliah praktisi dengan menghadirkan pakar industri kreatif. Perkuliahan ini diasuh oleh Dr. Haris dari Program Studi DKV, Departemen Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, UNP.
Perkuliahan yang dilaksanakan secara daring pada hari Rabu lalu menghadirkan Stephen Rinaldy, Founder Prismagraphia- creative agency yang telah beroperasi sejak 2004.
Selama dua dekade, Prismagraphia terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan industri, dibuktikan dengan portofolio karya yang luas serta jaringan klien dari berbagai lembaga. Menariknya, Dr. Haris sendiri pernah menjalani magang di Prismagraphia saat menjadi mahasiswa DKV pada tahun 2009.
Hadir sebagai Pembahas Materi: Etika, Orisinalitas, dan Hak Kekayaan Intelektual. Sesi pertama diawali dengan pemaparan oleh Dr. Haris yang menyoroti tiga aspek utama dalam etika profesi desain.
Yaitu: Graphic Designer sebagai Profesi – Memahami berbagai peluang karier yang dapat dijalani oleh lulusan DKV.
Orisinalitas dalam Rancangan – Menjaga keaslian karya dan menghindari plagiarisme.
Dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) – Menyadari pentingnya perlindungan hukum bagi karya desain, baik bagi perancang maupun klien.
Pada sesi kedua, Stephen Rinaldy memberikan wawasan tentang perkembangan Prismagraphia selama 20 tahun terakhir. Dalam presentasinya yang interaktif, ia menyampaikan tantangan pergeseran SDM dari generasi milenial ke Gen Z dalam creative agency.
Menurutnya, menyesuaikan ritme kerja dalam tim menjadi kunci utama untuk tetap menghasilkan desain berkualitas tinggi.
Kelas ini dimoderatori oleh Riski Ameliani, mahasiswa DKV, dan berlangsung secara dinamis. Narasumber juga menekankan bahwa agar seorang graphic designer dapat bertahan dan berkembang di industri kreatif, mereka harus memahami pentingnya etika kerja.
Sesi terakhir diisi dengan diskusi interaktif, di mana peserta banyak bertanya mengenai peluang berkarier di creative agency. Narasumber menegaskan bahwa etika, disiplin waktu, dan komitmen adalah faktor utama yang menentukan keberlanjutan seorang profesional di industri ini.
Selain itu dikatakan pentingnya program magang sebagai jembatan menuju industri kreatif. “Memilih tempat magang yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja.
Perkuliahan ini ditutup dengan pesan motivasi bagi mahasiswa DKV UNP agar terus mempersiapkan diri dan optimis dalam bersaing di industri kreatif yang dinamis.





