Peristiwa

Kepala Rutan Kelas IIB Padang Klarifikasi Isu Dugaan Perlakuan Tidak Manusiawi

4
×

Kepala Rutan Kelas IIB Padang Klarifikasi Isu Dugaan Perlakuan Tidak Manusiawi

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Kepala Rutan Kelas IIB Padang Klarifikasi Isu Dugaan Perlakuan Tidak Manusiawi)

IWOSUMBAR.COM, PADANG- KEPALA Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Padang, Welli, angkat bicara terkait isu dugaan perlakuan tidak manusiawi bernuansa kekerasan seksual fisik yang dialami seorang pengunjung wanita saat mengunjungi keluarganya.

Welli menegaskan bahwa pemeriksaan ketat terhadap pengunjung adalah prosedur standar yang diterapkan demi keamanan dan pencegahan peredaran narkoba di dalam Rutan.

Dalam keterangannya, pada awak media (20/3), Welli menekankan bahwa kebijakan pemeriksaan berlaku bagi semua pengunjung tanpa terkecuali, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pemeriksaan ini dilakukan sesuai prosedur dan bukan untuk menyakiti siapapun. Langkah ini penting demi keamanan seluruh warga binaan serta petugas di Rutan,” ujarnya.

Baca Juga  Lapas Kelas IIA Padang Lakukan skrining HIV pada Warga Binaan

Ia mengungkapkan bahwa peningkatan pengawasan ini dilatarbelakangi oleh temuan kasus sebelumnya, di mana seorang pengunjung wanita kedapatan membawa narkoba saat mengunjungi Rutan.

Insiden tersebut membuat pihak Rutan memperketat pemeriksaan, terutama terhadap pengunjung wanita, sebagai bagian dari Program Akselerasi Menteri Hukum dan HAM dalam pemberantasan narkoba.

Untuk memastikan prosedur pemeriksaan tetap menghormati privasi, Rutan Kelas IIB Padang telah menyiapkan ruangan khusus bagi pengunjung wanita. Pemeriksaan juga dilakukan oleh petugas wanita yang telah mendapatkan pelatihan khusus agar tetap profesional dan sesuai standar operasional.

Baca Juga  BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Sumatera Barat

“Kami tidak ingin pengunjung merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, petugas kami telah dibekali dengan standar operasional khusus agar pemeriksaan tetap berjalan sesuai prosedur dan menghormati hak-hak pengunjung,” jelas Welli.

Welli berharap masyarakat dapat memahami alasan di balik ketatnya pemeriksaan di Rutan Kelas IIB Padang. Ia juga meminta agar isu dugaan kekerasan seksual tidak berkembang menjadi informasi yang keliru dan memicu keresahan di masyarakat.

“Kami terbuka terhadap kritik, tetapi kami juga berharap publik dapat melihat dari sisi pencegahan yang kami lakukan demi menciptakan lingkungan Rutan yang aman dan bebas dari narkoba,” tutupnya.