Peristiwa

Malam Lailatulqadar: Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

5
×

Malam Lailatulqadar: Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Malam Lailatulqadar: Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan)

IWOSUMBAR.COM, TERDAPAT pendapat yang mengatakan bahwa malam Lailatulqadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Hal ini didasarkan pada hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha yang mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, dan beliau bersabda: Carilah malam Lailatulqadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan’.” (HR. Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa malam Lailatulqadar lebih mungkin terjadi pada malam-malam ganjil. Namun, mengingat umat Islam di berbagai wilayah memulai puasa pada tanggal yang berbeda, maka bagi mereka yang ingin mendapatkan keutamaan Lailatulqadar dianjurkan untuk mencarinya setiap malam.

Agar lebih optimal dalam beribadah dan tidak terlewatkan malam yang penuh berkah ini, dianjurkan untuk berbuka puasa dengan secukupnya.

Hindari makan berlebihan agar tubuh tidak terasa berat, mengantuk, dan mudah tertidur sehingga kesempatan untuk meraih keutamaan Lailatulqadar tidak terlewatkan.

Makna dan Keistimewaan Lailatulqadar

Baca Juga  Komisi Informasi Support Program MBKM FISIP UNAND

Lailatulqadar (لَيْلَةِ الْقَدْرِ) atau “Malam Ketetapan” adalah malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan. Dalam Al-Qur’an, malam ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Keutamaannya disebutkan dalam Surah Al-Qadar (QS. 97:1-5), yang menjelaskan bahwa pada malam ini malaikat turun dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan, dan malam itu penuh dengan kedamaian hingga terbit fajar.

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatulqadar
Agar tidak melewatkan kesempatan beribadah pada malam yang penuh berkah ini, berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan:

I’tikaf – Berdiam diri di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Membaca Al-Qur’an – Memperbanyak tilawah sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah.

Memperbanyak Zikir – Mengingat Allah dengan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil.

Salat Sunnah – Seperti salat tahajud dan salat witir.

Bersedekah – Berbagi rezeki kepada yang membutuhkan sebagai bentuk amal kebajikan.

Membaca Sayyidul Istighfar – Memohon ampunan kepada Allah dengan doa istighfar yang diajarkan Rasulullah.

Baca Juga  Monumen Kapal Wisata Siti Nurbaya di Padang Terbakar

Membaca Doa Lailatulqadar – Sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf. Engkau menyukai memberi maaf, maka maafkanlah aku.”

Selain itu, doa lain yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatulqadar adalah:

“Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil ‘akhirati hasanatan waqina ‘azaaban-nar.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

Waktu yang Dianjurkan untuk Salat dan Beribadah
Waktu terbaik untuk melaksanakan salat dan beribadah pada malam Lailatulqadar adalah pada sepertiga malam terakhir.

Berikut adalah perkiraan waktu yang bisa dijadikan acuan: 01.30 – 02.00 WIB: Berdoa, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa Lailatulqadar untuk menghapus dosa-dosa. Malam Lailatulqadar adalah kesempatan yang sangat berharga yang hanya datang sekali dalam setahun.

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan malam ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.