Peristiwa

Lapas Suliki dan Damkar 50 kota MoU dan gelar Simulasi

4
×

Lapas Suliki dan Damkar 50 kota MoU dan gelar Simulasi

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Lapas Suliki dan Damkar 50 kota MoU dan gelar Simulasi)

IWOSUMBAR.COM, LIMA PULUH KOTA – Lapas Kelas III Suliki bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten 50 Kota giat simulasi kebakaran. Simulasi peragakan mencegah musibah kebakaran yang terjadi di dalam Lapas, pada Jum’at (14/3/2025).

Kegiatan ini juga sekaligus MoU antara lapas suliki dengan pemadam kebakaran 50 kota. Dihadiri oleh Kalapas Suliki, Kamesworo bersama Kasubsi pembinaan, Daniel M Agusta, Kaur Tata Usaha, Deni dan diikuti oleh jajaran pegawai lapas Suliki.

Kalapas Suliki, Kamesworo mengatakan kegiatan ini sesuai instruksi surat nomor PAS-UM.01.01-7045 perihal Himbauan penanggulangan mitigasi bencana dan Simulasi Penyelamatan Kejadian Kebakaran.

Baca Juga  Pegawai Lapas Suliki bagi-bagi Takjil ke- Warga sekitar

Kegiatan pelatihan penanganan kebakaran ini dibagi dalam dua sesi. Yang pertama, para petugas Lapas mendapatkan materi tentang dasar-dasar hukum proteksi kebakaran dan tips penanganan kebakaran secara manual dilanjutkan simulasi penanganan kebakaran skala Kecil dan Skala Besar dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten 50 Kota, Alfian menyebutkan pertama sekali tabung gas jangan disimpan di kolong dapur yang pengap dan pastikan menggunakan selang regulator yang panjang.

Baca Juga  Kembangkan SDM Pariwisata, Wagub Tinjau SMKN 8 Sijunjung

“Biarkan tabung gas disimpan di ruang terbuka dan dekat dengan ventilasi udara. Cara ini cukup ampuh untuk mencegah kebakaran jika terjadi kebocoran gas, dan juga mudah penanganannya jika terjadi kebakaran,” paparnya.

Para pegawai Lapas juga diajarkan teknik pemadaman api secara manual menggunakan karung basah dan juga alat pemadam api ringan (APAR) di luar ruangan.

Kegiatan pelatihan simulasi ini merupakan salah satu kegiatan Lapas Suliki dalam rangka mencegah gangguan keamanan akibat kebakaran.