Nasional

Diskusi Paramadina, Urgensi Kredibilitas Komunikasi Pemerintah Prabowo

7
×

Diskusi Paramadina, Urgensi Kredibilitas Komunikasi Pemerintah Prabowo

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Diskusi Paramadina, Urgensi Kredibilitas Komunikasi Pemerintah Prabowo)

IWOSUMBAR.COM, JAKARTA – Universitas Paramadina menggelar diskusi publik bertajuk “Kepercayaan Publik yang Hilang: Urgensi Kredibilitas Komunikasi Pemerintahan Prabowo” di Kuningan, Selasa (11/3/2025).

Diskusi ini dimoderatori oleh Faris Budiman Annas, M.Si., ini membahas peran juru bicara presiden (Jubir) dari era Soekarno hingga kini serta tantangan komunikasi pemerintahan saat ini.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyoroti perubahan pola komunikasi pemerintah, terutama perbedaan antara era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan setelahnya.

Menurutnya, komunikasi politik di era SBY lebih rapi dan transparan, sementara saat ini didominasi oleh buzzer yang perannya tidak jelas. Ia juga mengutip riset LP3ES yang menunjukkan bahwa hoaks justru kerap berasal dari institusi negara.

Mantan Jubir Presiden SBY, Andi Mallarangeng, menjelaskan bahwa pola komunikasi terbaik terjadi di era SBY dengan struktur Jubir yang jelas. “Sebaliknya, di era Jokowi, komunikasi lebih banyak mengandalkan media sosial dan buzzer, mengurangi efektivitas komunikasi resmi pemerintah”.

Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Zulfiani Lubis, menambahkan bahwa di era digital, pola komunikasi pemerintahan semakin bergantung pada media sosial dibandingkan interaksi langsung dengan jurnalis.

Jurnalis senior Budiman Tanuredjo menegaskan bahwa komunikasi yang baik harus berbasis mutual respect antara pemerintah dan media, serta tidak sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun pemahaman publik.

Sedangkan Dosen Universitas Paramadina, Abdul Rahman Ma’mun, menyoroti pentingnya transparansi dan konsistensi dalam komunikasi pemerintah. Menurutnya, kepercayaan publik akan semakin tergerus jika komunikasi hanya bersifat formalitas tanpa akuntabilitas yang jelas.

Diskusi ini menegaskan bahwa kredibilitas komunikasi pemerintah sangat penting dalam membangun kepercayaan publik. “Jika komunikasi tidak dikelola dengan baik, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin menurun”, ujarnya.