IWOSUMBAR.COM, PADANG- HAMAS (Himpunan Media Sumbar), PSH Unand (Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas), dan LPPM Unand sukses menggelar acara Mengenang Sang Wartawan dan Sastrawan Abrar Yusra di Convention Hall Unand, Kampus Limau Manis, Padang, Rabu (26/2).
Abrar Yusra adalah wartawan, penyair, novelis, dan penulis biografi asal Ranah Minang yang wafat pada 28 Agustus 2015. Sepuluh tahun setelah kepergiannya, sosoknya dikenang dalam acara ini.
Acara tersebut dihadiri Wakil Rektor IV Unand, Prof. Henmaidi, penyair Rusli Marzuki Saria, wartawan senior dan budayawan Hasril Chaniago, serta sejarawan Dr. Israr Iskandar yang memberikan Testimony Speech. Gafrian Abrar, putra tertua almarhum, juga hadir bersama sejumlah akademisi dan pegiat seni.
Dalam sambutannya, Prof. Henmaidi mengapresiasi inisiatif Hamas, PSH Unand, dan LPPM Unand dalam menggelar acara ini.
“Orang Minang sejak dulu pandai merangkai kata. Kata-kata dapat membawa perubahan, bahkan lebih dahsyat daripada peluru. Kepiawaian dalam bertutur adalah kekuatan kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, seni dan budaya memperhalus jiwa dan memberikan makna lebih dalam kehidupan.
Sementara Abrar Yusra dalam Kenangan
Hasril Chaniago yang mengenang kedekatannya dengan Abrar Yusra, terutama saat bekerja di Harian Singgalang dan menulis biografi Catatan Seorang Pamong, memoar Hasan Basri Durin, Gubernur Sumbar 1987-1997.
“Bang Abrar adalah mentor saya dalam jurnalistik dan biografi. Saya juga menjadi saksi pergumulannya saat menulis novel Tanah Ombak, yang dimuat di Harian Kompas dan diterbitkan Penerbit Buku Kompas (2002),” kata Hasril.
Ia berharap acara seperti ini terus berlanjut, mengingat minimnya kegiatan seni dan budaya di Sumbar akhir-akhir ini.
“Hamas telah menjadi oase bagi pegiat budaya. Kampus Unand harus menjadi episentrum gerakan seni dan budaya melalui Fakultas Ilmu Budaya,” pungkasnya.
Peringatan 89 Tahun Rusli Marzuki Saria
Bertepatan dengan acara ini, juga dirayakan ulang tahun ke-89 penyair Rusli Marzuki Saria, penerima SEA Write Award dari Kerajaan Thailand, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng.
Acara ini semakin semarak dengan pembacaan puisi oleh Annisa Putri (Unand) dan Angelina Anggraini (UM Sumbar) sebagai pembuka. Penyair senior seperti Rizal Tanjung, Dadang Leona, dan Fauzul el Nurca turut tampil, bersama akademisi Dr. MA Dalmenda (Unand), Dr. Ilham (UM Sumbar), Fitri Adona (PNP), Leni Marlina (UNP) beserta mahasiswinya, serta Gus Arif.
Dengan terselenggaranya acara ini, semangat literasi dan kebudayaan di Sumbar kembali digaungkan, memperkuat peran seni sebagai perekat identitas dan intelektualitas masyarakat.





