IWOSUMBAR.COM, LIMA PULUH KOTA – LEMBAGA Pemasyarakatan kelas III Suliki Kamis (6/2) Panen Raya Jagung Manis Bersama Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Akselerasi 13 Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Panen Jagung di lahan seluas 850 Meter persergi merupakan lahan produktif yang di garap oleh Warga binaan Lapas Suliki dalam program pembinaan Kemandirian yang bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh.
Panen raya sebanyak 1 ton jagung manis yang menjadi lahan pembinaan bagi Warga Binaan Lapas Suliki, proses masa tanam sampai panen kurang lebih selama 2,5 bulan, Kegiatan yang diawali dengan pembukaan panen raya jagung lalu sambutan kepala Lapas dan kepala dinas pangan 50 kota.
Kepala Lapas Kelas III Suliki, Kamesworo sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama berbagai pihak atas kesuksesan panen jagung manis.
“Alhamdulillah kegiatan panen raya ini suskes karena kerja sama lapas suliki dan dinas tanaman pangan 50 kota, berbagai pihak yang ikut serta dalam proses pengelolaan lahan produktif untuk mewujudkan ketahanan pangan,”
Kames mengatakan bahwa hasil panen sebanyak 1 ton ini akan di pasarkan ke warga sekitar dan membagikan hasil panen kepada keluarga warga binaan.
“Kita akan bagi hasil panen ini untuk di jual ke pasar sekitar dan juga kita bagikan kepada keluarga warga binaan, ini bentuk keberhasilan pembinaan di lapas suliki,” ujarnya pada media.
Kalapas Suliki, Kamesworo juga menyampaikan panen ini juga berkat suport dan kerjasama mengucapkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, DirjenPAS Pemasyarakatan, Kepala Kantor wilayah Pemasyarakatan Sumatera Barat
Riki salah satu warga binaan sangat senang karena bisa turut serta dalam proses tanam hingga panen jagung manis.
“Kita ikut senang bisa punya ilmu dan ikut pembinaan di lapas suliki sebagai bekal ketika bebas nanti,” ucap riki
Kepala dinas Tanaman Pangan dan holtikultura 50 kota, Witra Porsepwandi mengatakan proses pembinaan dalam program Ketahanan pangan sebagai Asta cita Presiden Republik Indonesia telah sukses dilaksanakan di Lapas Suliki.
“Kita dampingi sejak awal tanam dari bibit sampai hari ini panen raya proses dan ilmu kita berikan kepada warga binaan lapas suliki, semoga bermanfaat dan menjadi ladang ilmu ketika mereka bebas nanti,”
Hasil panen raya jagung manis akan dipasarkan dan dibagikan kepada keluarga warga binaan.





