IWOSUMBAR.COM, PADANG- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Padang menggelar razia sel hunian warga binaan pada Selasa (21/1/2024). Razia dilakukan memastikan untuk keamanan dan ketertiban dilakukan tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal).
Dalam razia dilakukan penggeledahan pada Blok C yang mencakup tiga kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Tampak tim begitu teliti memeriksa setiap sudut kamar untuk mengidentifikasi barang-barang yang terlarang di dalam Lapas.
“Razia ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Padang untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari barang-barang terlarang. Pada razia hari ini, kita melakukannya di Blok C dengan tiga kamar hunian WBP di Lapas ini,” kata Kepala Lapas Padang, Junaidi Rison.
Saat penggeledahan, petugas berhasil menemukan sejumlah barang terlarang, seperti kabel listrik liar yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Petugas mengamankan beberapa barang lainnya yang langsung disita oleh petugas. Barang-barang tersebut kini diamankan untuk mencegah penyalahgunaan di kemudian hari,” ujarnya.
Dikatakan Junaidi, razia semacam ini dilakukan secara rutin dan insidentil. Bertujuan untuk mewujudkan Lapas Padang yang bersih dari peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, dan praktik pungutan liar.
“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di Lapas Padang,” katanya
Pihak Lapas juga terus mengedukasi warga binaan mengenai pentingnya menaati aturan selama menjalani masa hukuman.
“Program pembinaan yang diberikan diharapkan mampu mengarahkan mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan razia juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk keluarga warga binaan, yang menganggap langkah ini baik untuk menjaga keamanan dan integritas sistem pemasyarakatan.
Hal ini juga sejalan dengan arahan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam menciptakan Lapas yang bersih dan bebas dari penyimpangan.
Diharapkan keamanan di dalam Lapas semakin terjamin, serta tercipta lingkungan yang mendukung proses rehabilitasi warga binaan.





