Peristiwa

Museum PDRI Resmi Dibuka, Jadi Ikon Sejarah Baru di Sumbar

10
×

Museum PDRI Resmi Dibuka, Jadi Ikon Sejarah Baru di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Salah satu barang bersejarah di museum PDRI)

IWOSUMBAR.COM, PADANG -Sumatera Barat kini memiliki ikon sejarah baru dengan diresmikannya Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, pada 19 Desember 2024 di hari peringatan Hari Bela Negara.

Museum ini menggambarkan babak penting dalam sejarah perjuangan Indonesia, terutama periode Desember 1948 hingga Juli 1949, ketika Pemerintahan Darurat dibentuk pasca jatuhnya Yogyakarta ke tangan Belanda.

“Museum ini diharapkan menjadi ikon sejarah nasional yang mengingatkan kita pada perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” ujar Fadli Zon dalam sambutannya.

Diketahui, Pembangunan Museum PDRI dimulai sejak 2012 melalui berbagai tahap dan sempat terhenti pada beberapa lama

Pada tahun 2012 dimulai dengan diskusi masyarakat Sumatera Barat dan pemerintah pusat yang menghasilkan keputusan untuk mendirikan Monumen Bela Negara sekaligus Museum PDRI di Koto Tinggi.

Baca Juga  Atasi Banjir Pemko Percepat Pembebasan Lahan Batang Kandis

2013-2016: Pembangunan fisik museum berjalan secara bertahap.
2017-2018: Proses sempat terhenti hingga ada kesepakatan untuk melanjutkannya pada akhir 2018.

2019: Dua gedung utama, Museum dan Auditorium, selesai dibangun.
2020-2021: Pandemi COVID-19 mengalihkan fokus pada perencanaan tata pamer, yang akhirnya rampung pada 2021.

Dukungan masyarakat Koto Tinggi sangat besar dalam proses ini, termasuk hibah lahan seluas 20 hektare dari total 50 hektare yang direncanakan untuk kawasan museum dan monumen.

Museum ini menampilkan perjalanan sejarah dari Proklamasi Kemerdekaan hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 1950. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah pembentukan PDRI pada 22 Desember 1948 oleh Menteri Kemakmuran Sjafruddin Prawiranegara, atas mandat dari Presiden Soekarno sebelum beliau dan pemimpin lainnya ditangkap oleh Belanda.

Baca Juga  Idul fitri 1443 Gubernur Sumbar Larang OPD Pakai Mobil Dinas

“Perlawanan terhadap Belanda disiarkan melalui radio dari Sumatera hingga India, yang menjadi bukti bahwa Indonesia masih ada. Siaran ini memperkuat diplomasi di PBB, yang akhirnya memaksa Belanda kembali berunding hingga tercapai pengakuan kedaulatan melalui Konferensi Meja Bundar,” kata Fadli.

Museum PDRI tidak hanya menjadi pusat pembelajaran sejarah, tetapi juga destinasi wisata budaya yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi lokal.

Selain itu, Fadli menegaskan rencana Kementerian Kebudayaan untuk menghidupkan kembali Direktorat Sejarah, guna memperkuat narasi kolektif bangsa di tengah tantangan global.

Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Gubernur Sumatera Barat, Bupati Lima Puluh Kota, keluarga Sjafruddin Prawiranegara, serta masyarakat umum yang antusias menyambut kehadiran Museum PDRI.