Peristiwa

Festival Budaya Wadah Pelestarian Tradisi untuk Generasi Muda

5
×

Festival Budaya Wadah Pelestarian Tradisi untuk Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Festival Budaya Wadah Pelestarian Tradisi untuk Generasi Muda)

IWOSUMBAR.COM, PADANG- Pembukaan Festival Budaya Akhir Tahun 2024 bertema Samarak Budaya Rang Mudo disambut meriah masyarakat Sabtu (7/12) di Balai Kota Padang.

Festival menjadi kegiatan akhir tahun Pemerintah Kota (Pemko) Padang ini bertujuan melestarikan warisan budaya daerah.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Jefrinal Arifin, yang mewakili Gubernur. Dihadiri langsung Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andree Algamar, Pj Sekda Yosefriawan, Pj Ketua TP PKK Kota Padang Ny. Vany Andree Algamar, dan Pj Ketua DWP Kota Padang Ny. Netti Yosefriawan.

Baca Juga  Pemerintahan yang Baik melalui Keterbukaan Informasi Publik

Andree Algamar menyampaikan bahwa Festival Budaya Akhir Tahun merupakan upaya strategis untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Minangkabau kepada generasi muda.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat identitas generasi muda Kota Padang. Kita ingin memastikan mereka mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya leluhur mereka,” ujarnya.

Festival ini juga menghadirkan peresmian Museum dan Galeri Arsip Statis di Balai Kota Padang Lama. Museum tersebut didedikasikan untuk mendokumentasikan kekayaan budaya dan sejarah lokal.

Baca Juga  Antusias Warga Disabilitas Milih di TPS Khusus Kota Padang

Ketua pelaksana, Corri Saidan, menjelaskan festival digelar selama dua hari, 7–8 Desember 2024, dengan berbagai lomba tradisional seperti manggiliang lado, manampih bareh, dan mangukua karambia. Lomba-lomba ini melibatkan pelajar SMP se-Kota Padang dan perwakilan kecamatan.

“Kami ingin menghidupkan kembali tradisi yang semakin jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda,” ujar Corri.

Selain itu, festival ini diramaikan dengan pameran batu akik, ikan hias, ayam kukuak balenggek, burung balam, serta penampilan seni budaya seperti lagu Minang, puisi, tarian, dan musik tradisional.