IWOSUMBAR.COM, PADANG -Departemen Teknik Pertambangan Universitas Padang melalui Program Studi Geologi mengadakan acara kolaborasi bersama Museum Aditiyawarman dan Pusat Informasi Geologi Sumatera Barat dalam kegiatan bertajuk “Campus to Museum: Mengenal Museum Kebumian”.
Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi kebumian Sumatera Barat kepada masyarakat melalui edukasi yang komprehensif, dengan melibatkan sekitar 65 peserta.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan pengunjung museum yang antusias mendalami kekayaan geologi Sumatera Barat.
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat, Dian Hadiyansyah MT, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini.
“Kehadiran kampus dengan Program Studi Geologi di Sumatera Barat adalah keuntungan luar biasa, mengingat besarnya potensi kebumian di daerah ini,” ujarnya.
Kegiatan menyajikan materi edukasi yang mencakup sejarah geologi, jenis batuan, dan potensi sumber daya alam Sumatera Barat. Berbagai sampel batuan, mineral, serta model formasi geologi lokal ditampilkan, memudahkan pengunjung untuk memahami karakteristik kebumian wilayah ini.
Dengan dukungan visualisasi interaktif dan pendampingan dari mahasiswa dan dosen Geologi, materi-materi tersebut dirancang agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat peran Museum Aditiyawarman sebagai pusat informasi kebumian yang strategis di Sumatera Barat.
Program “Campus to Museum” juga menjadi kesempatan praktis bagi mahasiswa Geologi untuk memadukan teori akademik dengan interaksi langsung bersama masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan minat publik terhadap ilmu kebumian.
Dosen Teknik Geologi Universitas Padang, Ahmad Fadhly MT, berharap program ini dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan kekayaan kebumian Sumatera Barat sekaligus menginspirasi generasi muda untuk lebih mendalami ilmu kebumian.
Selain materi tentang batuan dan sumber daya, pengunjung juga diperkenalkan dengan sejarah gunung api di Sumatera Barat yang menyimpan banyak potensi wisata kebumian.
Pada sesi tanya jawab, dosen Prodi Geologi menjelaskan pengaruh karakteristik geologi lokal terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari risiko bencana hingga potensi wisata yang dapat dikembangkan.
Dian Hadiyansyah menutup kunjungan dengan memberi motivasi kepada mahasiswa untuk terus mendalami ilmu kebumian demi masa depan yang lebih baik bagi Sumatera Barat, menekankan peran penting geolog dalam mengelola potensi alam secara bijaksana.





