Iptek

Pancasila sebagai Dasar dalam Membangun Kehidupan Beragama yang Harmonis di Indonesia dalam perspektif sila pertama dan ketiga

6
×

Pancasila sebagai Dasar dalam Membangun Kehidupan Beragama yang Harmonis di Indonesia dalam perspektif sila pertama dan ketiga

Sebarkan artikel ini

(Ket Poto: Ilustrasi)PADANG- Indonesia adalah negara dengan beribu-ribu keberagaman.Indonesia terdiri dari berbagai ras, bahasa, suku bangsa, budaya, kepercayaan, dan agama.

Keberagaman tersebut menjadi tantangan untuk bangsa Indonesia,namun jika kita melihat dari sisi positifnya ini bisa menjadi potensi yang harus dijaga dan dilestarikan. Untuk menciptakan kerukunan dalam keberagaman yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, penting bagi generasi muda tanah air dan seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkan sikap toleransi.

Nilai-nilai luhur Pancasila diharapkan mampu mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada sehingga dapat mencegah tindakan-tindakan yang mengacu kepada radikalisme yang dapat menjadi sebab perpecahan bangsa Indonesia.

Indonesia terdiri atas beberapa agama, adapun agama yang diakui secara nasional adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Masing-masing agama memiliki aturan ataupun ajarannya tersendiri, tetapi semua agama mengajarkan umatnya untuk berbuat kebaikan.

Sesuai dengan sila pertama yakni “Ketuhanan yang maha esa”, setiap warga negara wajib memiliki agama, namun mereka juga berhak untuk memilih kepercayaan yang ingin dianutnya Hal ini sesuai dengan Pasal 22 UU HAM yang berbunyi:

Baca Juga  Poltekkes Kemenkes Riau Studi Tiru ke UNP

“Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.
Perbedaan agama yang ada di Indonesia tidak menjadi hambatan bagi bangsa Indonesia untuk bersatu.

Seperti semboyan negara Indonesia, yakni Bhinneka tunggal Ika hal ini menjadi tolak ukur dalam pengamalan sila ke-3 yakni “Persatuan Indonesia”.
Sesuai dengan nilai-nilai Pancasila ada beberapa cara yang dapat diimplementasikan guna menjaga toleransi antar umat beragama:

1.Menghargai antar umat beragama. Kita sebagai umat yang berbeda keyakinan pasti memiliki berbagai perbedaan mulai dari cara beribadah, aturan yang mengikat, dan cara berhubungan antar manusia. Tetapi hal inilah yang harus kita hormati agar tercipta kerukunan antar umat beragama.

2.Menghilangkan stigma-stigma negatif terhadap suatu agama tertentu
Kita sebagai umat yang beragama tidak dibenarkan untuk berfikiran negatif terhadap suatu agama.Kita juga tidak boleh berprasangka buruk tentang agama lain yang kita anggap tidak sesuai dengan agama kita.Untuk itu kita harus saling toleransi antar umat beragama agar tidak terjadi perselisihan.

Baca Juga  Wagub Sumbar Letakkan Batu Pertama Kampus UNP di Payakumbuh

3. Membangun sikap Empati Sebagai bangsa Indonesia kita adalah keluarga, agama adalah hubungan kita dengan Tuhan kita masing-masing. Jangan sampai kita menghilangkan sikap paling peduli antar sesama hanya karena perbedaan agama yang dianut.

Sumber :https://youtu.be/JZ-Lfb70FR4?si=sDRCd3MYiw9DfBU9

Salah satu kota dengan toleransi yang tinggi adalah kota Padang. Sebagai contoh, dapat kita lihat dari letak mesjid dan wihara yang saling berdekatan.

Mereka beribadah dengan hikmat dan saling menghormati tanpa menggangu satu sama lain. Hal ini bisa kita jadikan contoh untuk kita implementasikan dalam kehidupan beragama.

Nama kelompok: Diva Oktia Putri. Fazilah Rahma Syafisra. Habibah Khomairoh. Ikram Afizri Yusuf. Putri Aulia Hamairah.