(Ket Poto: warga binaan daur sampah plastik jadi paving blok)
IWOSUMBAR.COM, LIMAPULUH KOTA – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki terus berkomitmen untuk meningkatkan pembinaan kemandirian para narapidana dengan inovasi yang ramah lingkungan.
Salah satu inisiatif terbaru adalah mengubah sampah plastik yang menyumbang 60 persen dari total sampah menjadi paving block yang berguna.
Sampah plastik, yang sering ditemukan dalam bentuk kemasan makanan dan minuman, bukan hanya menjadi masalah pencemaran, tetapi juga berpotensi mencemari tanah dan air.
Studi menunjukkan bahwa plastik dapat terurai dalam waktu 50 hingga 100 tahun, menjadikannya tantangan serius bagi lingkungan sekitar.
Namun, di Lapas Suliki, tantangan ini disulap menjadi peluang. Para warga binaan terlibat langsung dalam proses pembuatan paving block, mengolah sampah plastik menjadi bahan yang memiliki nilai jual tinggi.
Kepala Lapas Suliki, Kamesworo, mengatakan bahwa pihaknya telah memanfaatkan sampah plastik untuk dijadikan barang berguna yaitu paving block.
“Kami bersama warga binaan mencoba mencetaknya dalam berbagai bentuk yang menarik.” Ujarnya.
Dengan langkah ini, sampah yang awalnya dianggap tak bernilai kini telah menjadi produk berguna yang dapat digunakan di area lapas, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Inisiatif ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga pemberdayaan warga binaan, memberikan mereka keterampilan baru dan harapan untuk masa depan. (*r)





