(Ket Poto: Coco’s Official Poster from Disney)
PADANG -Coco adalah sebuah film animasi produksi Pixar yang disutradarai oleh Lee Unkrich, dirilis pada 22 November 2017.
Film ini bergenre animasi fantasi, petualangan, musik, komedi, dan misteri. Animasi ini mengangkat tema budaya Meksiko yang khas tentang perayaan hari libur nasional Die De Muertos atau Day of The Death. Dilasir dari laman Esposin, Los Angeles, film animasi Coco telah meraup 18.3 juta dollars atau setara dengan Rp. 247,9 Miliar dipekan ke tiga penayangannya.
Perolehan ini membuat Film animasi Coco berada di puncak Box Office menyingkirkan Justice League di posisi ke dua.
Film Coco berceritakan petualangan Miguel Rivera seorang anak 12 tahun yang bermimpi menjadi seorang musisi.
Namun, bagi keluarga Miguel bermusik adalah sebuah kutukan. Keluarganya percaya pembuat sepatu adalah takdir mereka. Miguel bermimpi menjadi sosok Ernest de ka Cruz, seorang musisi yang menjadi idolanya, tetapi keingin itu sangat ditentang., sehingga Miguel harus bersembunyi untuk berlatih dan sekedar mendengarkan musik.
Coco merupakan film keluarga. Animasi ini mengangkat banyak nilai-nilai kehidupan yang menyentuh, seperti ikatan keluarga yang erat dan nilai-nilai budaya tradisi leluhur. Karena mengangkat tradisi Meksiko yang kental, penonton diajak memahami dan mengenal perayaan Die de Muertos yang menjadi kepercayaan masyarakat Meksiko.
“ Film ini banyak mengangkat budaya-budaya Meksiko seperti setiap hari libur nasional, orang-orang akan berkumpul dengan keluarganya untuk mendoakan para leluhur yang telah meninggal.
Elemen seperti bunga marigold orange terang,tengkorak dupa, dan foto-foto orang terkasih yang sudah meninggal juga memainkan peran penting untuk menguatkan budaya Meksiko pada film tersebut.” Ucap Qori Rahma Hasan (20) mahasiswa STEI SEBI
Selain itu, film ini juga mengangkat nilai sosial, dimana orang sekitar menjadi peran penting dalam kehidupan Miguel. Ia membutuhkan kebersamaan keluarga dalam menjalani hari-harinya. Pada animasi ini juga ditonjolkan kehidupan yang damai dan rukun dalam masyarakat.
“Masyarakat yang ditampilkan sejak awal film, menceritakan kehangatan keluarga, seperti yang digambarkan dalam adegan ketika mereka makan bersama. Selain itu, adegan di Land of Death juga menampilkan keberagaman masyarakat setempat seperti semua orang bernyanyi dan menari Bersama.” ucar Ari Gusti Wulandari (20) seorang mahasiswa Universitas Indonesia.
Film Coco juga memberikan banyak motivasi kepada orang-orang yang tengah berjuang.
Tokoh Miguel menunjukkan keberaniannya yang luar biasa untuk menjadi seorang musisi meskipun ditentang keluarganya. Pesan ini menginspirasi penonton untuk tidak menyerah meskipun banyak tantangan.
“Sebagai karakter utama, Miguel mengajarkan bahwa Impian pribadi sering kali bertentangan dengan harapan keluarga. Namun kita harus tetap berjuang utuk mengejar apa yang kita cintai. Film ini juga mengajarkan nilai keberanian, ketekunan, dan pengorbanan.” Ucap Dian Wulandari (20) mahasiswa Universitas Siperbangsa Karawang
Dian Wulandari ketika diwawancarai via Zoom
Film Coco berakhir dengan Miguel berhasil menyelesaikan konflik keluarga untuk tetap bermain musik .
Tidak hanya menampilkan jalan cerita yang menghibur dan visualisasi yang menarik film ini juga memberikan pesan moral yang menyentuh, Banyak Banyak penekanan betapa pentingnya keluarga dan warisan budaya. Animasi ini juga mengajak kita merenungkan makna kehidupan dan kematian, serta bagaimana musik dan seni dapat menyatukan berbagai generasi.
Oleh: Aisya Aulia Firwanda
(Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas).





