(Ket Poto: Album lagu we’ll be okay for today: Arash Buana (Sumber : Spotify)
PADANG -Lagu “We’ll be okay, for today” dinyanyikan oleh Arash Buana dan Anya Taroreh yang dirilis pada tanggal 18 Agustus 2022 bergenre pop.
Seperti yang kita ketahui, Arash Buana adalah seorang penyanyi-penulis lagu dan produser musik. Arash mulai berkarier di dunia hiburan sejak kecil dengan menjadi presenter dalam program Inflona yang disiarkan di Global TV pada tahun 2012.
“We’ll Be Okay for Today” muncul dalam album studionya yang berjudul logic mess.
Lagu ini merupakan lagu yang dapat menenangkan dan menghibur para pendengar yang mana tantangan apa pun yang kita hadapi, pada akhirnya semuanya akan berhasil.
Bahkan lagu ini juga berpengaruh terhadap mahasiswa yang kadang kalanya merasakan kesedihan dan
keputusasaan dalam dunia perguruan tinggi yang mereka jalani.
Terlebih lagi jika seorang mahasiswa tersebut tidak mempunyai tempat berbagi cerita atau keluh kesah yang sedang mereka rasakan. Merasa bingung dan akhirnya memutuskan untuk
dipendam semuanya sendiri dapat memicu mereka merasa frustasi dan bahkan bisa juga depresi.
Hal itu tentunya tidak ingin sampai terjadi. Dengan cara mendengarkan musik, salah satunya lagu ini dapat meningkatkan atau mengembalikan suasana perasaan mahasiswa
Saya merasakan setiap arti liriknya dan terhanyut ke dalam lagunya pada lirik it’s okay to cry for little while (tidak apa-apa untuk menangis sebentar).
Dalam kehidupan ini tidak apa untuk berkata tidak baik-baik saja dan setelah itu harus yakin bahwa We’ll be alright, at least for today.” Ujar Cut Fitriani (18) seorang mahasiswi Universitas Bengkulu.
Mengenai pendapat yang diajukan oleh mahasiswi tersebut, kita dapat mengambil pesan bahwa
perasaan yang dirasakan itu sangat wajar dan tidak apa-apa untuk diungkapkan.
Menangis bukanlah tanda kelemahan, tetapi merupakan cara untuk melepaskan beban emosional yang ada di dalam diri. Kemudian, tanamkan rasa keyakinan pada diri sendiri bahwa dapat melewati dan mengatasi apapun yang terjadi.
Karena, banyak orang pada dasarnya yang tidak mengetahui akan hal ini dan ada yang menganggap menangis itu sebagai bentuk kelemahan pada diri sendiri. Justru karena hal tersebut, banyaknya berita yang bertebaran dimana-mana mengenai mahasiswa yang bunuh diri, narkoba dan tindakan lainnya yang menyakiti atau merusak hidup mereka sendiri.
Lagu tentunya sangat berperan untuk dijadikan sebagai medium cerita yang mana di dalam lirik lagu tersebut mengandung makna yang sangat dalam jika kita telusuri.
Walaupun lagu tidak berwujud nyata atau layaknya seperti manusia, tidak ada salahnya. Setidaknya perasaan tidak baik yang sedang dirasakan sedikit demi sedikit akan membaik.
Karena itu, sebagian besar orang menaruh ketertarikan pada sebuah lagu termasuk lagu yang dinyanyikan oleh Arash Buana dan Anya Taroreh ini.
(Ket Poto: Saya dan narasumber di Universitas Andalas (Sumber : dokumentasi Nafisa Ramania)
Bertukar pendapat atau menanggapi mengenai lagu Arash Buana berjudul We’ll be okay for
today sebagai judul artikel yang sedang saya kerjakan.
“Ketertarikan saya pada lagu ini sebagai bentuk cerita terletak pada kemampuannya untuk
menggabungkan lirik yang bermakna dengan melodi yang mengunggah emosi. Lagu bukan hanya sekadar hiburan; ia adalah seni bercerita yang mampu menyentuh hati dan pikiran pendengarnya, menjadikannya salah satu bentuk ekspresi paling kuat dalam budaya kita.” Ujar Muhammad Iqbal (18) seorang mahasiswa Universitas Andalas.
Berdasarkan ujaran dari seorang mahasiswa tersebut, dapat disimpulkan tidak mungkin rasanya untuk memisahkan antara emosi dengan musik, karena kondisi emosional kita akan berubah menjadi lebih baik jika kita mendengarkannya.
Untuk memahami pendapat mahasiswa tentang lagu sebagai medium cerita, kita perlu
mengeksplorasi bagaimana musik mampu menyampaikan narasi dan emosi.
Banyak mahasiswa berpendapat bahwa lagu seringkali menciptakan pengalaman mendalam yang menghubungkan pendengar dengan tema kehidupan, cinta, dan perjuangan.
Melalui lirik yang puitis dan melodi yang mendukung, lagu dapat menjadi alat yang efektif untuk menceritakan kisah-kisah kompleks.
Terdapat beberapa lirik yang bisa dijadikan suatu motivasi dan tidak hanya sekadar kata, namun lirik tersebut bermakna bagi pendengar baik itu di kalangan mahasiswa, remaja, atau siapapun. Ujar Nurul Afri Dewi (17) seorang mahasiswi Universitas Negeri Padang.
Dengan demikian, bagi banyak mahasiswa, lagu bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium
cerita yang kuat untuk berbagi pengalaman dan perspektif. Apalagi untuk mahasiswa yang
memiliki trust issue kepada seseorang atau siapapun itu untuk berbagi cerita mereka, merasa
tidak didengarkan ketika mereka bercerita.
Maka dari itu, mendengarkan musik dapat dijadikan sebagai cara alternatif bagi mereka yang tidak percaya untuk berbagi cerita kepada seseorang, dan menjadikan lagu sebagai medium cerita bagi mereka.
Oleh : Nafisa Ramania
(Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas).





