Peristiwa

Tambang Emas di Solok Longsor Belasan Korban Tewas

2
×

Tambang Emas di Solok Longsor Belasan Korban Tewas

Sebarkan artikel ini

(Ket Poto: Tim Basarnas Padang Bersiap Berangkat Bantu Korban Longsor)

IWOSUMBAR.COM, PADANG -Tambang Emas Ilegal Longsor di Kabupaten Solok Sumatera Barat belasan korban meninggal dunia dan masih tertimbun.

Tim Basarnas dari Kantor SAR Padang turut dikerahkan guna membantu mengevakuasi korban longsor yang terjadi di tambang emas ilegal di kawasan Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, dalam keterangan mengatakan bahwa mereka menerima laporan mengenai musibah tersebut pada Jumat (27/9) sekitar pukul 14.10 WIB.

“Kami langsung menyiapkan dan mengerahkan sebanyak 11 personel untuk membantu evakuasi korban,” ujarnya.

Baca Juga  KI Sumbar Peringati HAKIN 2024, dan Kukuhkan 2000 Duta KIP

Saat ini, menurut Kakansar Abdul Malik, sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

“Angka ini masih sementara, kami akan memberikan informasi lebih lanjut karena kondisi di lokasi minim sinyal handphone,” katanya.

Keberangkatan Tim Basarnas dilengkapi dengan peralatan evakuasi untuk mencari dan menolong para korban.

“Kami berharap semua korban dapat dievakuasi secepat mungkin,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi, menjelaskan kronologi kejadian. Musibah terjadi pada Kamis (26/9) di area tambang ilegal yang sulit diakses kendaraan, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki selama delapan jam.

Baca Juga  Kasus Diare di Nagari Surantiah Pessel Meningkat

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir, saat 25 orang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas secara manual dan terjebak di lokasi.

Evakuasi dimulai pada Jumat (27/9) pukul 03.00 sore menggunakan peralatan seadanya di lokasi yang sulit dijangkau.

Dari proses tersebut, ditemukan 15 korban, di mana 4 di antaranya telah dievakuasi, sementara 11 korban dinyatakan meninggal dunia dan belasan korban masih dalam pencarian. (**)