IptekNasional

Universitas Paramadina Gandeng Bank Sampah Melati Atasi Masalah Limbah

6
×

Universitas Paramadina Gandeng Bank Sampah Melati Atasi Masalah Limbah

Sebarkan artikel ini

(Ket Poto: Universitas Paramadina Gandeng Bank Sampah Melati Atasi Masalah Limbah)

IWOSUMBAR.COM, JAKARTA -UNIVERSITAS Paramadina bekerja sama dengan Bank Sampah Melati di Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, upaya mengatasi peningkatan limbah di Provinsi Banten.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat yang didanai oleh hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam tiga tahun terakhir, Provinsi Banten menghasilkan 4,95 juta ton sampah, dengan peningkatan 30% pada tahun 2022.

Peningkatan ini menyebabkan tempat pembuangan akhir (TPA) seperti Cipeucang di Serpong sudah mencapai kapasitas maksimal. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga  Pandai Berinovasi dan Adaptasi: Kisah Kesuksesan Zefita Fotocopy dalam Menguasai Pasar Fotokopi di Barung-Barung Balantai

Bank Sampah Melati, yang didirikan oleh warga lokal, bertujuan untuk mengurangi limbah rumah tangga. Bank sampah ini menerima bahan daur ulang seperti plastik dan kardus, yang dapat ditukar dengan uang, memberi insentif kepada warga untuk berpartisipasi. Namun, pengelolaan data di Bank Sampah Melati masih dilakukan secara manual.

“Melihat antusias warga dalam pengelolaan sampah, kami dari Universitas Paramadina berinisiatif untuk mendukung dengan teknologi demi meningkatkan efisiensi operasional,” kata Adrian Wijanarko, anggota tim Universitas Paramadina.

Bersama dosen Retno Hendrowati dan Devi Wulandari, serta melibatkan mahasiswa Teknik Informatika, Naina Camila dan Mahdiyah Husen Balfas dari Prodi Psikologi, Universitas Paramadina memberikan pelatihan penggunaan aplikasi banksampah.id. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengurus Bank Sampah Melati dalam mengelola data dan mencatat transaksi dengan lebih efisien.

Baca Juga  Kepemimpinan Perempuan Masih Terkendala Diskriminatif

“Harapan kami adalah Bank Sampah Melati dapat menjadi contoh penerapan teknologi dari perguruan tinggi yang bisa diperluas ke masyarakat,” tambah Adrian (26/9).

Devi Wulandari juga mengatakan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Penyelesaian masalah sampah tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Melalui program ini, kami memberikan pelatihan perilaku sehat untuk mendukung pengelolaan yang lebih baik,” kata Devi. (**)