(Ket Poto: Gantole dan Paralayang Sumbar Tambah Perak dan Perunggu)
IWOSUMBAR.COM, Aceh – Harapan Sumatera Barat (Sumbar) untuk menambah koleksi medali emas dari cabang olahraga (cabor) andalannya di FASI (Federasi Aerosport Seluruh Indonesia) melalui disiplin Gantole dan Paralayang terhalang di hari terakhir kompetisi, Kamis (19/9/2024).
Di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, pilot Sumbar NSR Yalatif tidak berhasil mencapai performa terbaiknya di semifinal Nomor Durasi Klas A, meskipun sebelumnya ia berhasil mengalahkan pilot tuan rumah, Budi, dengan poin sempurna 1.000 berbanding 449. Di final, Latif hanya mendapatkan 544 poin dan harus mengakui keunggulan Mustopa dari Jawa Timur, yang meraih poin 1.000.
Hasil ini mengantarkan Mustopa meraih medali emas, sementara Latif mendapatkan medali perak dan Budi meraih perunggu.
Kapt. Hari, manajer tim Gantole Sumbar, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang buruk memengaruhi performa para pilot.
“Selama empat hari, cuaca tidak mendukung dan hembusan angin menjadi kendala,” ujarnya. Meski begitu, ia bersyukur atas pencapaian medali perak yang merupakan yang pertama kali untuk kelas Durasi Klas A di PON.
Sementara itu, di disiplin Paralayang yang berlangsung di Taman Rusa, Kabupaten Aceh Besar, tim Sumbar harus puas dengan medali perak di nomor KTM (ketepatan mendarat) beregu putra.
Menurut Lettu (Tek) Jacky Purnomo, manajer tim, peluang untuk meraih emas masih ada, namun faktor Tail Wind membuat pertandingan di hari terakhir terhenti.
“Hanya satu kali perlombaan yang dapat dilaksanakan dari enam sortie yang direncanakan,” jelasnya.
Tim paralayang putra Sumbar yang meraih medali perak terdiri dari Zaki Mubaraq, Abdurrahman Hidayat, Jordi Ansyah R, Febri Yulito, dan M.Irsyad. Selain itu, mereka juga menyumbangkan medali perunggu di nomor XC (Cross Country) beregu putra dan Abdurrahman Hidayat memperoleh perunggu untuk kategori perorangan di nomor yang sama. (**)





