Nasional

Himpunan Media Sumbar Kenang Legenda Chairul Harun

3
×

Himpunan Media Sumbar Kenang Legenda Chairul Harun

Sebarkan artikel ini

(Ket Poto: Tamu Undangan Acara Mengenang Legenda Chairul Harun)

IWOSUMBAR.COM, PADANG -Acara “Mengenang Sang Legenda Chairul Harun – Warisan”, disambut dengan antusias oleh ratusan tamu undangan. Digelar di Hotel Daima 24 Agustus 2024.

Acara tersebut menghadirkan berbagai tokoh, budayawan, serta keluarga Chairul Harun, termasuk istri beliau, Ibu Ernilitis, dan anaknya, Syafrizal Harun. Turut hadir dalam acara ini adalah mantan Wakil Gubernur Sumbar, Prof. Dr. Ir. Fachri Ahmad, serta sejumlah seniman, sastrawan, dosen, dan mahasiswa dari UNP dan Unand.

Isa Kurniawan, panitia pelaksana dari Himpunan Media Sumbar (Hamas), menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenang Chairul Harun, seorang pujangga dan wartawan senior yang terkenal di Sumatera Barat.

Isa Kurniawan berharap acara ini bisa memotivasi generasi muda Minangkabau untuk mengikuti jejak para pendahulu mereka dalam berkesenian.

Baca Juga  Ramadhan IOH Kampanye Nyatakan Silaturahmi, Freedom Internet

“Harapan kami, dengan acara ini, anak muda dan generasi di Sumbar dapat meneruskan berkesenian, bahkan mencapai kesuksesan seperti tokoh-tokoh sebelumnya, salah satunya Chairul Harun,” ujar Isa Kurniawan.

Acara juga dimeriahkan dengan parade baca puisi oleh budayawan, sastrawan, serta dosen dan mahasiswa dari UNP dan Unand.

*Sekilas Chairul Harun*

Chairul Harun, lahir di Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman pada 17 Agustus 1940 dan meninggal dunia pada 19 Februari 1998, adalah seorang sastrawan, budayawan, wartawan, filsuf, dan pemikir.

Sebagai sastrawan, beliau menghasilkan berbagai karya sastra, termasuk puisi, cerpen, dan novel. Beberapa karya terkenalnya meliputi:
1. Tiga Kumpulan Sajak (1968).
2. Ganda Hilang (1981)
3. Warisan (1983)
4. Monumen Safari (1966)
5. Matajo (cerita anak)
6. Basoka (cerita anak)
7. Maranginang (cerita anak)
8. 60 Jam yang Gawat (cerita anak)
9. Teratai Kerinci (cerita anak)
10. Cindua Mato.
11. Sutan Pangaduan (saduran)
12. Sastra sebagai Human Control (1984)

Baca Juga  Dialog Kebangsaan, Peran Sumbar Mewujudkan Ketahanan Nasional

Pada 1979, novelnya “Warisan” mendapat hadiah Yayasan Buku Utama dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Chairul Harun juga pernah memimpin Badan Koordinasi Kegiatan Kesenian Indonesia (BKKNI) Sumatera Barat pada tahun 1977 dan memiliki pengalaman sebagai wartawan di Harian Angkatan Bersenjata, Majalah Tempo, serta menjadi Pemimpin Redaksi di beberapa koran Sumbar, termasuk Harian Aman Makmur, Harian Umum Haluan, dan Wakil Pemimpin Redaksi di Harian Singgalang. (**)