Peristiwa

Ratusan Anak Riang Gembira Ikuti Dongeng Warisan Dunia

2
×

Ratusan Anak Riang Gembira Ikuti Dongeng Warisan Dunia

Sebarkan artikel ini

(Ket Poto: Ratusan Anak Riang Gembira Ikuti Dongeng Warisan Dunia)

IWOSUMBA.COM, PADANG– Ratusan anak dari berbagai sekolah berkumpul di pelataran Museum Adityawarman untuk mengikuti acara Pamenan Anak 2024.

Kegiatan 18 Agustus 2024 ini meliputi senam bersama 500 siswa PAUD se-Kota Padang, pertunjukan tari dari Sanggar Tari Indonesia dan SLB Hikmah Reformasi, serta pertunjukan musik oleh grup Saandiko.

Salah satu yang paling menarik adalah pertunjukan ventrilokuisme oleh Uda Obe Jo Golin Kundang.

Saat pertunjukan ventrilokuisme dimulai, semua peserta duduk dengan tertib dan fokus mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Obe. Golin Kundang, boneka monyet berbulu panjang dan coklat, digendong Obe saat ia mulai bercerita.

“Kali ini kita akan membahas Bara, Kereta Api Mak Itam, dan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS). Ada yang tahu tentang WTBOS?” tanya Obe. Serempak, penonton menjawab tidak tahu.

Baca Juga  Kwarcab Pramuka Padang Raih Penghargaan Tergiat II Tingkat Provinsi

Selama 20 menit, Obe dan Golin Kundang menyampaikan cerita tentang pentingnya merawat warisan dunia di Sumatera Barat. Selama cerita berlangsung, peserta tetap duduk dengan antusias, sesekali tertawa dan berusaha meraih boneka Golin Kundang.

Ventrilokuisme, seni menggunakan suara perut, sangat populer di tahun 1990-an, dikenal melalui Kak Ria Enes dan boneka Suzan. Di Sumatera Barat, Robby W. Riyodi, atau Obe, adalah ventrilokuisme terkenal. Obe telah menekuni seni ini sejak 2019 dan mengadaptasi banyak cerita rakyat dalam penuturannya.

Obe juga terlibat dalam Mampir Dongeng, sebuah ruang ekspresi dongeng di Sumatera Barat, serta aktif dalam Komunitas Ventrilokuis Indonesia. “Cerita kali ini diadaptasi dari pengetahuan tentang WTBOS,” jelas Obe.

Mahatma Muhammad, kurator Galanggang Arang, menjelaskan bahwa pemilihan Golin Kundang sebagai boneka didasarkan pada populasi monyet di Sumatera Barat, khususnya di sekitar jalur kereta api zona B WTBOS di 7 kabupaten/kota. Penampilan Golin Kundang bertujuan untuk mengasosiasikan ingatan anak-anak dengan rel kereta dan kereta api pengangkut batubara, menggunakan dongeng sebagai media edukatif yang efektif.

Baca Juga  KEMENHUB EVALUASI PENYELENGGARAAN KAPAL REDE

Mila, salah satu orang tua yang hadir, mengapresiasi pertunjukan tersebut. “Ini mengingatkan saya pada masa kecil saat menonton Kak Ria dan Boneka Suzan. Dongeng seperti ini jarang ditemukan di Sumatera Barat, dan sangat mendidik,” ujarnya.

Ketua Pokja WTBOS Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Yayuk Sri Budi Rahayu, dalam pidato pembukaannya menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan warisan dunia kepada anak-anak dengan cara yang sesuai dengan usia mereka.

“Sumatera Barat memiliki salah satu dari 10 warisan dunia di Indonesia. Penting untuk mengenalkan warisan ini kepada anak-anak sejak dini,” jelas Yayuk. (**)