Nasional

Kematian Tragis Harimau Sumatera: Ancaman Nyata GTD 2024

4
×

Kematian Tragis Harimau Sumatera: Ancaman Nyata GTD 2024

Sebarkan artikel ini

(Ket Poto: Harimau Mati, dok google)

IWOSUMBAR.COM, PADANG- KEMATIAN Harimau Sumatera semakin sering mengemuka sebagai cerminan ancaman serius terhadap keberlangsungan hidup spesies ini. Eksistensi mereka terus terancam oleh berbagai faktor, terutama penyusutan habitat dan konflik dengan manusia.

Pada 16 Mei 2023, seekor Harimau Sumatera ditemukan mati akibat terlilit jerat babi di perkebunan warga di Jorong Tikalak, Nagari Tanjung Beringin Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Hasil nekropsi mengungkapkan pendarahan di beberapa organ vital dan paparan panas matahari yang ekstrem.

Sayangnya, tragedi serupa terjadi lagi pada 25 Juli 2024, kali ini di Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, di mana seekor Harimau Sumatera juga ditemukan mati akibat jerat yang sama.

Baca Juga  BUKA AKSES JALAN MENUJU MENARA SUAR TANJUNG PEMALI

Andri Mardiansyah, pendiri Yayasan Jejak Harimau Sumatera, mengungkapkan kekhawatirannya atas kematian dua harimau dalam dua tahun terakhir.

“Kejadian ini adalah refleksi dari ancaman serius terhadap kelangsungan hidup satwa pemuncak ini. Meskipun harimau memiliki tempat penting dalam budaya dan mitologi kita, itu tidak cukup untuk melindungi mereka dari ancaman yang terus-menerus,” ujar Andri pada 29 Juli 2024.

Andri menjelaskan bahwa Harimau Sumatera, yang dianggap memiliki nilai spiritual sekaligus dianggap sebagai ancaman, menghadapi tantangan besar dalam konservasinya.

“Konservasi harimau tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau lembaga tertentu. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan. Edukasi dan upaya penyadartahuan harus lebih masif dan berkelanjutan.”

Baca Juga  Hanya Lima Setengah Jam Wapres Gibran di Padang

Global Tiger Day (GTD), yang diperingati setiap 29 Juli, harus dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk refleksi dan perencanaan tindakan pelestarian yang serius.

“Ancaman nyata seperti perburuan liar, deforestasi, dan alih fungsi lahan merupakan pekerjaan rumah besar kita semua. Kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting untuk memastikan Harimau Sumatera tidak mengikuti jejak harimau Bali dan Jawa yang telah punah,” tegas Andri.

Upaya bersama diperlukan untuk melindungi Harimau Sumatera dan memastikan mereka tetap menjadi bagian penting dari ekosistem dan budaya kita. (**)