(Ket Poto: Efektilitas E-SPRAY MBS, DOK UNP)
IWOSUMBAR.COM, PADANG -TIM Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Eksakta (PKM-RE) Departemen Biologi Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi masalah penyakit layu pada tanaman cabe merah (Capsicum annum L.).
Menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh Patogen Fusarium, tim ini memperkenalkan E-Spray Mbs yang menggunakan teknologi microbubble.
Penelitian yang dipimpin oleh Nadira, dengan beranggotakan Septi Wulandari, Feby Djumaita Sari, Putri Andriani, dan Naura Fakhirah, guna membantu petani cabe mengatasi masalah serius dalam pertanian mereka.
Dosen pembimbing tim PKM-RE UNP, Siska Alicia Farma S.Pd., M. Biomed, menjelaskan bahwa penelitian ini fokus pada efektivitas E-Spray Mbs berteknologi microbubble dalam menanggulangi penyakit layu pada tanaman cabe yang disebabkan oleh Patogen Fusarium.
“Fusarium merupakan patogen tanah yang sering menyebabkan layu pada tanaman cabe, mengakibatkan kerugian besar bagi petani. Inovasi kami menggunakan ecoenzyme dalam bentuk spray tidak hanya efektif mengendalikan penyakit tanaman tetapi juga ramah lingkungan,” kata Siska.
Tim riset yang dipimpin oleh Nadira menekankan bahwa ecoenzyme yang mereka gunakan berasal dari limbah organik, seperti kulit buah dan sayuran, yang diproses melalui fermentasi. Hal ini tidak hanya menjadikan produk ini ramah lingkungan tetapi juga ekonomis untuk digunakan oleh petani.
“Ecoenzyme dalam bentuk microbubble kami dapat menembus jaringan tanaman, melawan patogen secara efektif tanpa meninggalkan residu berbahaya. Ini memberikan harapan baru bagi peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia,” tambah Nadira.
Dengan hasil penelitian yang menunjukkan keefektifan E-Spray Mbs dalam mengatasi penyakit layu pada tanaman cabe akibat Fusarium sp., inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pertanian Indonesia, dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan ekonomi.
Inovasi ini bukan hanya merangsang kemajuan pertanian tetapi juga menghadirkan solusi berkelanjutan bagi tantangan lingkungan yang dihadapi petani. (**)





