Hukum

Orang Tua Pelajar SMP Afif Maulana Minta Keadilan ke Polda Sumbar

6
×

Orang Tua Pelajar SMP Afif Maulana Minta Keadilan ke Polda Sumbar

Sebarkan artikel ini

(Ket Poto: Orang Tua Bersam Mahasiswa dan LBH Padang Demo Keadilan di Polda Sumbar)

IWOSUMBAR.COM, PADANG -Orang tua dari Almarhum Afif Maulana (13), seorang pelajar SMP yang ditemukan tewas di bawah jembatan Kuranji Padang, mendatangi Polda Sumbar bersama puluhan mahasiswa guna meminta keadilan, Rabu (26/6/2024) sore.

Unjuk rasa yang digelar oleh Jaringan Pembela HAM Sumbar, LBH Padang, serta puluhan mahasiswa tersebut mendesak Kapolda Sumbar untuk turun langsung menemui keluarga korban.

Dalam aksinya para demonstran tampak membawa sejumlah spanduk yang berisikan tuntutan untuk menuntaskan kasus kematian Afif Maulana dan membantah klaim polisi bahwa korban melompat dari jembatan.

“Tolong usut tuntas kasus Afif Maulana secepatnya,” demikian isi salah satu spanduk. “Kami keluarga AM membantah anak kami melompat dari jembatan Kuranji,” juga tertulis di spanduk lainnya.

Baca Juga  Bawa Sabu, Pria 40 Tahun Ditangkap Polres Padang

Direktur LBH Padang, Indira Suryani, dalam orasinya mengatakan, “Mana Kapolda. Turun Kapolda. Keluarga korban sudah di sini. Ucapan belasungkawa jangan hanya berani di media.” Katanya.

Koordinator Jaringan Pembela HAM Sumbar, Elvin Mahendra, menekankan mereka akan terus mengawal kasus-kasus yang diduga melibatkan penyiksaan oleh oknum kepolisian itu.

Ia menyatakan keprihatinannya atas kasus Afif Maulana yang menurutnya tidak pantas dialami oleh anak yang masih berusia 13 tahun.

“Kami melihat anak ini tidak terlibat tawuran, namun ditemukan dalam kondisi meninggal dengan luka lebam. Keadilan harus ditegakkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Gakkum KLHK Segel Tambang Bauksit Ilegal Di Kepulauan Riau

Sebelumnya, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyo, dalam keterangan pers di Mako Polresta Padang pada Minggu (24/6/2024) siang, menghadirkan barang bukti senjata tajam dan motor milik Afif Maulana.

Kapolda menyatakan bahwa pada setiap malam minggu hingga pagi, polisi rutin melaksanakan patroli cipta kondisi berdasarkan surat perintah yang sah.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melerai dua kelompok remaja yang akan melakukan tawuran.

“Bisa sama-sama kita lihat barang bukti yang digunakan dalam aksi tawuran berupa senjata tajam. Jika anggota tidak bergerak cepat, kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa,” katanya.