Peristiwa

Hamas Peringati 20 Tahun Wafatnya Penyair Hamid Jabbar

2
×

Hamas Peringati 20 Tahun Wafatnya Penyair Hamid Jabbar

Sebarkan artikel ini

(Ket Poto: Acara Peringatan Penyair Hamid Jabbar di Daima Hotel Meriah)

IWOSUMBAR.COM, PADANG -HIMPUNAN MEDIA SUMBAR (HAMAS) menggelar peringatan 20 tahun wafatnya Hamid Jabbar, penyair ternama asal Ranah Minang, pada Rabu (29/5/2024), di Hotel Daima, Jl Jenderal Sudirman, Padang.

Koordinator Himpunan Media Sumbar, Isa Kurniawan yang juga sebagai pelaksana acara dalam sambutan menyampaikan sosok Hamid Jabbar adalah seorang penyair Ranah Minang, selain budayawan juga seorang wartawan yang meninggal dunia saat membacakan puisi di acara Dies Natalis Universitas Islam Indonesia pada tahun 2004.

Dikatakan Isa, tujuan acara ini adalah untuk mengenang dan melestarikan karya-karya Hamid Jabbar. “Kami berterima kasih kepada Surya Tri Harto dan H. Ekos Albar yang telah mendukung terselenggaranya acara ini,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting Sumbar seperti Surya Tri Harto, Ekos Albar, serta seniman, wartawan, dan penyair. Diantaranya Buya H.Masoed Abidin yang seorang ulama juga penulis, Dosen UNP/ Sastrawan, Dosen UIN Dr Sheiful Yazan, MSI, Dr Adria Catri Tamsin, Dr. Hermawan, Dr.Abdullah Khusairi, MA, Ketua KI Sumbar, Musfi Yendra, SIP, MSI, para penyair dan puisi Sumbar, salah satunya Pinto Janir dan wartawan senior Alwi Karmena, serta puluhan mahasiswa.

“Berawal dari informasi yang saya dapatkan dari Buya Mas’ud Abidin, saya mengetahui bahwa beliau memiliki seorang adik yang juga seorang penyair. Ternyata benar, Ranah Minang memiliki penyair nasional yang patut kita banggakan,” kata Isa.

Kegiatan acara diisi dengan berbagai kegiatan seperti tausiyah dan doa, orasi/prolog, testimoni, penghargaan, dan parade baca puisi.

Penyair Pinto Janir seperti biasa membawa kan puisinya yang eksentrik dengan diiringi musik bertemakan “Wajah kita bukan wajah Fatamorgana” .

Selanjutnya Sastrawan juga Dosen Dr, Adria Catri Tamsin membawakan prolog dan sajak dari Hamid Jabar “Setitik Nur” juga tentang islam salah satunya berjudul “Zikrullah” .

Dr. Andria Catri Tamsin, sastrawan dan dosen UNP, mengupas puisi “Setitik Nur”. Karya Hamid Jabbar, menurutnya, sajak tersebut berbicara tentang hakikat manusia.

“Puisi ‘Setitik Nur’ karya Hamid Jabbar adalah sebuah perjalanan spiritual yang menggambarkan pencarian makna hidup dan hubungan manusia dengan Tuhan”, ujarnya.

Hamid Jabbar selain menjadi penyair Indonesia juga pernah berkecimpung di dunia media, beliau pernah menjadi redaktur Harian Singgalang, Pos Kota Malaysia juga Redaktur Majalah Horison.
(**)