Nasional

Ketum Bhayangkari Hibur Pengungsi Banjir Bandang di Sumbar

2
×

Ketum Bhayangkari Hibur Pengungsi Banjir Bandang di Sumbar

Sebarkan artikel ini

(Ketua Bhayangkari Juliati Hibur Anak Korban Lahar Dingin)

IWOSUMBAR.COM, PADANG -KETUA Umum Bhayangkari, Juliati Listyo Sigit, mengunjungi Posko Pengungsian Banjir Bandang di Gunung Marapi, Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). Disana Juliati menyapa warga terdampak bencana, dengan perhatian khusus kepada ibu-ibu dan anak-anak.

Dalam video yang diunggah SSDM Polri pada Selasa (21/5/2024), terlihat Juliati bersama rombongan Bhayangkari lainnya membagikan bingkisan bantuan berupa sembako kepada pengungsi dewasa. Anak-anak pengungsi juga mendapatkan hadiah, yang disambut dengan antusias.

“Siapa yang bisa nyanyi lagu 17 Agustus?” tanya Juliati kepada anak-anak di pengungsian.

Baca Juga  12 Tokoh Terima Piagam Penghargaan serta DAN Kehormatan PB Lemkari 2023

Anak-anak pun berlomba-lomba mengangkat tangan, berebut untuk ditunjuk bernyanyi. “Wah, semuanya bisa,” ujar Juliati sambil tersenyum.

Seorang anak perempuan dengan percaya diri bernyanyi di hadapan Juliati dan rombongan Bhayangkari. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan trauma (trauma healing) pascabencana, dengan memberikan hiburan sederhana bagi anak-anak.

Istri dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini turut bernyanyi dan bertepuk tangan, mendukung anak-anak tersebut.

Selain itu, tim SSDM Polri yang dipimpin oleh Psikolog Utama TK. II Ropsi SSDM Polri Brigjen Pol Dra Desy Andriani juga menggelar kegiatan trauma healing. Pada Minggu (19/5/2024), mereka mengunjungi Posko Pengungsian di Sungai Jambu, Batusangkar, Sumbar, yang terdampak banjir lahar dingin.

Baca Juga  KAI Sumbar Sosialisasi Keselamatan di Jalur Perlintasan

Sebanyak 504 penyintas bencana banjir bandang Gunung Marapi mendapatkan bantuan trauma healing dalam kegiatan ini.

SSDM Polri menyatakan bahwa dukungan psikososial bagi korban terdampak dan relawan kemanusiaan sangat diperlukan untuk mengurangi tingkat stres akibat dampak bencana alam ini. (**)