(Poto: doc)
IWOSUMBAR.COM, PADANG- Menjadikan Pabrik Indarung l menjadikan warisan dunia oleh UNESCO. Yang bernilai guna mensejahterakan masyarakat.
Acara Sinergitas Pelestarian Warisan Budaya dilaksanakan selama tiga hari di Hotel Truntum dimulai Rabu 15-17 Mei 2024 dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, forum Lurah se Kota Padang, akademisi dan penggiat budaya dan lainya.
Kegiatan ini dilaksanakan dilatari oleh dua pertemuan sebelumnya yaitu pada Alek Nagari 5 Juli 2023 dan Zonasi Indarung I di 12 Desember 2023.
Dimana pertemuan itu membentang banyak hal Alek Nagari menjadi semacam pengukuhan kesepakatan seluruh stakeholder. Sehingga timbullah kesepakatan Indarung yang membahas butir-butir yang berujung pada keselamatan dan keberlanjutan Indarung I.
Hal ini juga tidak terlepas bahwa Pabrik Semen Indarung I melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia nomor 54/M/2023 sudah ditetapkan Sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.
Direktur pembinaan tenaga dan lembaga kebudayaan, Judi Wahjudin SS, M.Hum.
melalui daring mengatakan diperlukannya komitmen bersama dengan pihak pihak yang terkait guna mewujudkan Indarung Semen Padang menjadi warisan benda dunia.
Tentunya harus ada juga persiapan disiapkan berbentuk arsip dan fisik yang asli terkait pengusulan Indarung l menjadi warisan dunia.
“Tentunya diperlukan Literasi dan Narasi yang kuat dalam pengusulan guna meyakinkan pihak UNESCO”. Katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Dr. H. Jefrinal Arifin, SH, M. Si meneruskan sambutan Gubernur Mahyeldi menyampaikan ucapan selamat Kepada Pabrik Semen Padang Indarung satu menuju warisan budaya dunia.
Indarung l merupakan pabrik semen terbesar di Asia tenggara sejak 1910 dan menjadi sejarah dalam pembangunan maupun monumen bersejarah seperti Jam Gadang di Bukittinggi, Monas Jakarta, Jembatan Ampera dan bangunan bersejarah di Asia Tenggara.
“Kita ucapakan selamat kepada Pabrik Semen Indarung l menuju warisan dunia,” tutupnya. (Er)





